Tuesday, September 15

Ekspansi ke Asia-Pasifik dan Eropa, Kapabilitas MRO Jadi Andalan


Kesepakatan Vietjet dengan Thales dan CFM International diumumkan di Paris dalam rangkaian kunjungan resmi Sekretaris Jenderal sekaligus Presiden Vietnam To Lam ke Prancis pada September 2026.(Dok. Vietjet)

EKSPANSI armada dan jaringan penerbangan membutuhkan kesiapan operasional yang tidak hanya bertumpu pada penambahan pesawat. Perawatan armada, teknologi penerbangan, sumber daya manusia, hingga keamanan siber menjadi bagian penting untuk menopang pertumbuhan maskapai dalam jangka panjang.

Vietjet memperkuat aspek tersebut melalui perluasan kemitraan strategis dengan Thales dan CFM International di bidang maintenance, repair and overhaul (MRO), dukungan komponen pesawat, penerbangan digital, artificial intelligence (AI), dan keamanan siber.

Penguatan kapabilitas tersebut disiapkan untuk mendukung ekspansi armada dan jaringan internasional Vietjet di kawasan Asia-Pasifik hingga pasar global. Indonesia menjadi salah satu bagian dari jaringan tersebut melalui konektivitas langsung dari Jakarta dan Bali menuju Hanoi serta Ho Chi Minh City.

Kesepakatan dengan Thales dan CFM International diumumkan di Paris dalam rangkaian kunjungan resmi Sekretaris Jenderal sekaligus Presiden Vietnam To Lam ke Prancis pada September 2026. Kerja sama tersebut sekaligus memperkuat hubungan ekonomi dan teknologi antara Vietnam dan Prancis.

Perkuat MRO armada Airbus

Bersama Thales, Vietjet menandatangani kontrak MRO melalui skema Repair-By-The-Hour (RBTH). Dalam kerja sama tersebut, Thales akan menyediakan layanan perawatan komponen untuk armada Airbus Vietjet yang mencakup A320/A321, A321neo/A321XLR, A330, dan A330neo. Kemitraan ini ditujukan untuk meningkatkan keandalan teknis dan ketersediaan armada sekaligus mengoptimalkan biaya serta efisiensi operasional.

Selain MRO, kedua perusahaan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) yang mencakup penerbangan digital, avionik, keamanan siber, dan operasional maskapai berbasis AI. Kerja sama tersebut akan mengeksplorasi penggunaan solusi cloud yang aman, analitik prediktif, serta teknologi pendukung pengambilan keputusan untuk operasional maskapai. 

Penguatan teknologi tersebut menjadi bagian dari langkah Vietjet untuk membangun fondasi operasional yang dapat mengikuti pertumbuhan armada dan jaringan penerbangannya.

Siapkan kapabilitas MRO mesin LEAP

Di sisi lain, Vietjet juga memperluas kerja sama dengan CFM International untuk mengeksplorasi pengembangan kapabilitas MRO mesin generasi terbaru. Kedua perusahaan menandatangani Letter of Intent (LOI) untuk menilai kelayakan pengembangan solusi MRO mesin LEAP yang dapat dilakukan Vietjet sendiri di Vietnam.

Berdasarkan LOI tersebut, CFM akan mengusulkan perjanjian konsultasi untuk memberikan layanan advisory kepada Vietjet. Lingkupnya mencakup penilaian kebutuhan MRO mesin, kapabilitas, infrastruktur, tenaga kerja, serta pertimbangan industri yang berkaitan dengan potensi pengembangan solusi perawatan lokal.

Inisiatif tersebut dilakukan seiring ekspansi armada generasi terbaru Vietjet. Jika terealisasi, kapabilitas MRO mesin LEAP di Vietnam dapat mendukung operasional maskapai dalam jangka panjang sekaligus memperkuat industri kedirgantaraan negara tersebut.

Pengembangan kapabilitas tersebut juga berpotensi membantu Vietnam mengembangkan layanan kedirgantaraan bernilai tinggi, melatih insinyur dengan kualifikasi internasional, serta memperkuat perannya dalam rantai pasok penerbangan global.

CEO Vietjet Nguyen Thanh Son mengatakan penguatan kapabilitas teknis dan sumber daya manusia menjadi bagian penting dari strategi pertumbuhan maskapai.

“Industri penerbangan yang kuat membutuhkan lebih dari sekadar armada modern dan jaringan yang luas. Industri ini membutuhkan keahlian teknis yang mendalam dan sumber daya manusia yang sangat terampil. Kerja sama kami dengan CFM merupakan bagian penting dari ambisi Vietjet untuk membangun ekosistem penerbangan yang lebih lengkap di Vietnam,” ujar Nguyen.

Menurut dia, inisiatif tersebut diharapkan menjadi landasan bagi pengembangan kapabilitas perawatan mesin generasi terbaru dan talenta teknik, sekaligus memungkinkan Vietnam mengambil peran lebih besar dalam rantai nilai penerbangan global.

Ekspansi armada jadi penopang pertumbuhan

Kerja sama dengan CFM bukan merupakan hubungan baru bagi Vietjet. CFM telah mendukung pertumbuhan maskapai sejak Vietjet menerima pesawat Airbus A320ceo pertamanya yang menggunakan mesin CFM56 pada 2014. Saat ini, Vietjet mengoperasikan 50 pesawat A320ceo dan A321ceo yang ditenagai CFM56.

Hubungan kedua perusahaan kemudian memasuki fase baru seiring pemesanan terbaru Vietjet atas 200 pesawat Boeing 737-8. Pesanan tersebut mencakup Boeing 737-8 dan 737-8-200 yang ditenagai mesin CFM LEAP-1B.

Secara bersama-sama, kemitraan dengan CFM International dan Thales memperkuat kapabilitas di bidang MRO mesin dan komponen, penerbangan digital, AI, serta keamanan siber. Kapabilitas tersebut disiapkan untuk menopang ekspansi armada dan jaringan secara berkelanjutan.

Indonesia turut menjadi bagian dari strategi pertumbuhan tersebut melalui layanan penerbangan langsung yang menghubungkan Indonesia dan Vietnam. Di saat yang sama, Vietjet memperluas operasionalnya di kawasan Asia-Pasifik dan akan meluncurkan layanan pertamanya ke Eropa pada Oktober 2026.

Penguatan teknologi, talenta, dan kapabilitas operasional menjadi bagian dari strategi jangka panjang maskapai untuk mendukung pertumbuhan jaringan dan armada di pasar regional maupun global. (E-1)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *