
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan tarif LRT Jakarta akan dipatok flat sebesar Rp5.000 setelah masa uji coba tarif Rp8 selama delapan hari berakhir. Kebijakan ini diambil sembari menunggu evaluasi menyeluruh terhadap struktur tarif baru yang dijadwalkan rampung pada Oktober mendatang.
Pramono menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih mempertimbangkan apakah tarif ke depan akan tetap flat atau menggunakan skema berdasarkan segmen perjalanan. Hal ini mencakup rute dari Kelapa Gading menuju Velodrome hingga rute baru menuju Manggarai.
“Dan nantinya akan kami putuskan pada bulan Oktober berapa tarif baik itu dari Kelapa Gading sampai Velodrome, Velodrome ke Manggarai, apakah ada perubahan atau dibikin flat nanti akan segera kami finalkan untuk itu,” ujar Pramono usai meresmikan rute LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai bersama Presiden Prabowo Subianto di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (16/9).
Selain persoalan tarif, Pramono menyoroti peran strategis Stasiun Manggarai sebagai simpul transportasi utama di Jakarta. Berdasarkan koordinasi dengan Presiden dan Kementerian Perhubungan, kawasan Manggarai diproyeksikan menjadi hub yang melayani pergerakan 1,2 juta hingga 1,3 juta orang setiap harinya.
Besarnya volume penumpang tersebut menuntut adanya pembenahan kawasan secara terintegrasi. Pramono berkomitmen untuk memastikan penataan di sekitar Manggarai dilakukan agar mampu menopang mobilitas masyarakat dalam jumlah besar dengan lebih rapi dan efisien.
“Manggarai ini kan menjadi satu hub baru. Maka kami meyakini kalau ini dikelola dengan baik dan lebih rapi, mudah-mudahan tempat ini akan segera tertata dengan baik, dan saya akan mengkoordinasikan untuk melakukan pembenahan pembangunan yang ada di Manggarai ini,” pungkasnya. (Z-10)
