Wednesday, September 16

Akses Pasar Jadi Tantangan Desa Wisata, Kanal Digital Mulai Diperluas


Wisata Wayang Dusun Pucung Wukirsari, Yogyakarta.(Dok. Instagram/@wisatawayang)

PENGEMBANGAN desa wisata kini tidak hanya bergantung pada peningkatan kapasitas pengelola dan potensi destinasi, tetapi juga kemampuan menjangkau pasar yang lebih luas. Kanal digital menjadi salah satu jalur yang dimanfaatkan untuk mempertemukan desa wisata dengan calon pengunjung, termasuk wisatawan umum dan segmen wisata edukasi.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memperluas akses tersebut melalui program Desa Bakti BCA dengan menyediakan pembelian paket wisata pada fitur Lifestyle di aplikasi myBCA. Untuk meningkatkan kunjungan, program ini juga dilengkapi promo yang berlangsung lebih panjang dibandingkan periode promosi sebelumnya.

Promo tersebut berlangsung mulai akhir Juli 2026 hingga 30 November 2026. Sebelumnya, promosi wisata Desa Bakti BCA lebih banyak hadir pada momentum tertentu, seperti libur Lebaran, libur sekolah, serta Natal dan Tahun Baru. Periode promosi yang lebih panjang diharapkan dapat menjaga visibilitas destinasi sekaligus membuka peluang kunjungan yang lebih berkelanjutan sepanjang tahun.

Program ini mencakup sejumlah desa wisata binaan yang memiliki potensi wisata unggulan. Destinasi yang terlibat antara lain Wisata Wayang Dusun Pucung Wukirsari dan Desa Wisata Pentingsari di Yogyakarta, Kampung Wisata Pecinan Glodok di Jakarta, Wirawisata Goa Pindul di Yogyakarta, Desa WisataTaro di Bali, serta Desa Wisata Bilebante di Nusa Tenggara Barat.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F Haryn mengatakan perluasan akses pasar menjadi salah satu kebutuhan dalam pemberdayaan desa wisata agar manfaat ekonomi dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

“BCA meyakini bahwa pemberdayaan desa wisata tidak hanya membutuhkan peningkatan kapasitas masyarakat, tetapi juga perlu didukung dengan perluasan akses pasar yang lebih luas dan berkelanjutan. Melalui fitur Lifestyle di aplikasi myBCA, kami berharap dapat meningkatkan minat nasabah untuk paketwisata edukasi maupun rekreasi di Desa Bakti BCA, sehingga mampu menciptakan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat setempat,” kata Hera dikutip Rabu (16/9).

Perluasan akses pasar tersebut merupakan bagian dari strategi pengembangan Desa Bakti BCA untuk memperkenalkan desa wisata sekaligus mendukung misi penjualan (sales mission) bagi desa-desa binaan. Salah satu bentuknya adalah menghadirkan program promosi yang memberikan nilai tambah bagi nasabah. 

Melalui menu ‘MKP Tiket Wisata’ pada fitur Lifestyle di aplikasi myBCA, nasabah dapat memperoleh potongan harga20% dengan minimum transaksi Rp50.000. Promo tersebut memiliki kuota harian terbatas dan berlaku hingga 30 November 2026.

Selain wisatawan umum, program ini juga menyasar pasar wisata edukasi, khususnya sekolah yang memiliki program school trip atau pengalaman belajar berbasis perjalanan. Perluasan kanal penjualan tersebut diharapkan membuka peluang bagi desa-desa binaan untuk menjangkau segmen wisatawan yang lebih luas dan beragam.

Hera mengatakan pariwisata berbasis komunitas memiliki peran dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. 

“BCA percaya bahwa pariwisata berbasiskomunitas memiliki peran penting dalam menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui berbagai inisiatif, BCA akan terus berkolaborasi dengan masyarakat untuk mengembangkan potensi lokal, memperkuat daya saing desa wisata, serta menghadirkan pengalaman perjalanan yang bermakna bagi pengunjung,” pungkas Hera. (E-1)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *