Thursday, September 17

Panja: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Harus Hadirkan Kepastian, Termasuk Bagi Pekerja Informal dan PKWT


Anggota Panitia Kerja (Panja) Rancangan Undang-Undang (RUU) Pelindungan Ketenagakerjaan Komisi IX DPR, Netty Prasetiyani Aher, mengatakan pembahasan RUU tersebut harus diarahkan untuk menghasilkan aturan yang mampu memberikan perlindungan kepada pekerja sekaligus kepastian bagi dunia usaha.

Menurut Netty, saat ini Panja bersama pemerintah sedang membahas berbagai substansi penting dalam RUU Pelindungan Ketenagakerjaan setelah pemerintah menyerahkan daftar inventarisasi masalah (DIM).

“Kami ingin memastikan RUU ini benar-benar menjawab persoalan ketenagakerjaan hari ini. Perlindungan pekerja penting, tetapi kepastian bagi dunia usaha juga harus dijaga agar penciptaan lapangan kerja dapat terus berlangsung,” kata Netty pada Kamis (17/9).

Seperti diketahui, RUU Pelindungan Ketenagakerjaan yang sedang dibahas DPR bersama pemerintah dirancang untuk memperkuat hak pekerja serta menyeimbangkannya dengan dunia usaha. RUU baru ini terdiri atas 20 bab dan 264 pasal.

Netty menilai sejumlah isu yang dibahas dalam RUU ini seperti pengupahan, PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu), alih daya, pemutusan hubungan kerja (PHK), pesangon, pemagangan, K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) serta perlindungan pekerja informal dan pekerja platform digital perlu dibahas secara cermat.

“Perubahan pola kerja membuat regulasi ketenagakerjaan tidak cukup hanya melihat hubungan kerja konvensional,” jelas politisi PKS tersebut.

“Kita ingin semua pekerja masuk dalam sistem pelindungan dan jangan ada yang tertinggal. Pada saat yang sama lita harus memastikan rugulasi tidak menghambat dunia usaha untuk tumbuh dan membuka kesempatan kerja,” lanjut Netty.

Anggota Komisi Ketenagakerjaan DPR itu pun menegaskan, pembahasan RUU harus dilakukan secara terbuka. Tentunya, kata Netty, dengan mendengarkan aspirasi berbagai pihak dan berlandaskan data.

“Panja memiliki tanggung jawab mencari titik temu,” sebut Legislator dari Dapil Jawa Barat VIII itu.

“Tujuannya bukan memenangkan salah satu pihak, tetapi menghadirkan ekosistem ketenagakerjaan yang adil, produktif, dan berkelanjutan,” kata Netty.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *