Thursday, September 17

Danantara Resmikan Fasilitas PSEL Bogor Raya 1, Target Beropeasi di 2028


Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management (DIM), dan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) meresmikan pembangunan fasilitas Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1. PSEL Bogor Raya 1 ditargetkan beroperasi pada pertengahan 2028.

Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengatakan, PSEL Bogor Raya 1 menjadi fasilitas PSEL ketiga yang memasuki tahap pembangunan. Sebelumnya dilakukan pada PSEL Denpasar Raya (Bali), dan PSEL Kota Bekasi.

Fasilitas itu, kata Pandu, menjadi bagian dari upaya Dananatara Indonesia dalam mempercepat pengembangan solusi pengelolaan sampah perkotaan yang berkelanjutan, dan berbasis teknologi ramah lingkungan. Selain itu, pembangunan PSEL pun sesuai dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.

“Permasalahan sampah tidak hanya memengaruhi kehidupan kita saat ini, tetapi juga masa depan anak-anak kita. PSEL Bogor Raya I dirancang untuk memberikan dampak nyata terhadap pengelolaan sampah, pengembangan energi hijau, dan pemberdayaan ekonomi lokal,” kata Pandu dalam keterangan resminya pada Kamis (17/9).

Selain itu, Danantara Indonesia pun menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) dengan PT PLN (Persero). Kerja sama tersebut, kata Pandu, memberikan kepastian offtake, dan mendukung kelangsungan operasi proyek selama masa konsesi.

Proyek PSEL Bogor Raya 1, kata Pandu, dikembangkan dan dijalankan oleh BUPP Nusantara Bogor New Energy. Fasilitas itu akan mengelola hingga 1.500 ton sampah per hari menjadi energi listrik di kawasan Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. TNI AD selaku pemilik lahan telah menandatangani surat perjanjian kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor terkait penggunaan lahan untuk fasilitas PSEL.

“Proyek ini ditargetkan mampu mengelola lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun, menurunkan emisi dari TPA hingga 80 persen, serta mengurangi emisi karbon sekitar 640 ribu ton setara CO2 per tahun,” ujar Pandu.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *