Thursday, September 17

Kasus Influenza A Naik, Puan Minta Pemerintah Perbanyak Edukasi dan Imbau Warga Terapkan Prokes


Ketua DPR Puan Maharani menyoroti peningkatan virus Influenza A di Indonesia yang tercatat meningkat pada awal September 2026, meski Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan statusnya masih berada di tingkat rendah dan terkendali. Karena itu, masyarakat diimbau menerapkan kembali protokol kesehatan (Prokes).

“Pemerintah perlu memberikan penjelasan komprehensif mengenai laporan peningkatan kasus Influenza A di Indonesia. Apalagi dilaporkan terjadi kepadatan IGD rumah sakit di sejumlah daerah akibat peningkatan kasus Influenza A ini,” kata Puan pada Kamis (17/9).

Soal ini, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengakui ada kenaikan kasus Influenza A beberapa waktu terakhir. Namun, Budi memastikan situasi masih terkendali dan menyebut kenaikan influenza terjadi secara musiman.

Dalam sepekan terakhir, banyak warga di media sosial mengeluhkan anaknya demam tinggi hingga membuat instalasi gawat darurat (IGD) penuh dan kesulitan memperoleh layanan perawatan anak. Hal ini terjadi di Bandung dan Surabaya.

Meski demikian, data surveilans sentinel Influenza-Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) Kemenkes menunjukkan aktivitas influenza secara nasional pada minggu ke-34 atau periode hingga 5 September 2026 berada pada level rendah.

Terkait hal ini, Puan mendorong pemerintah untuk meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada warga mengenai penyebaran virus Influenza A demi mencegah keresahan di tengah masyarakat.

“Masyarakat membutuhkan informasi yang dapat dipercaya mengenai tingkat penyebaran, kelompok yang perlu mendapat perhatian, serta langkah yang harus dilakukan apabila anggota keluarga mengalami gejala,” tutur Puan.

Lebih lanjut, Puan mendorong dilakukannya penguatan infrastruktur kesehatan. Khususnya di wilayah-wilayah yang terdeteksi terjadi penyebaran Influenza A cukup tinggi.

“Pemerintah harus hadir dengan informasi yang jelas, perlindungan yang mudah dijangkau, dan jaminan bahwa pertolongan tersedia ketika dibutuhkan. Termasuk ketersediaan layanan di IGD,” jelas Puan.

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR ini pun menyoroti laporan Kemenkes yang menyebut anak usia dini menjadi yang paling rentan terdampak pada kenaikan Influenza A kali ini. Menurut Puan, layanan perawatan kesehatan anak di rumah sakit perlu mendapat perhatian lebih mengenai penyebaran Influenza A.

“Meski seperti yang disampaikan Kemenkes bahwa kenaikan kasus Influenza A merupakan hal wajar karena bersifat musiman, namun pemerintah perlu memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dalam menghadapi peningkatan kasus,” jelasnya.

Puan lantas mendorong Kemenkes mengambil kepemimpinan dalam memastikan masyarakat menerima satu informasi resmi yang konsisten.

“Pemerintah pusat dan daerah perlu menyampaikan perkembangan keadaan secara terbuka agar keluarga tidak bergantung pada kabar yang belum terverifikasi atau mengambil tindakan pengobatan yang tidak tepat,” ungkap Puan.

“Perlindungan juga harus dapat dijangkau seluruh keluarga tanpa dibedakan oleh kemampuan ekonomi. Anak dari keluarga kurang mampu harus memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pemeriksaan dan perawatan,” sambung Puan.

Puan juga mewanti-wanti agar pemerintah menyiapkan obat serta kebutuhan kesehatan dalam menghadapi kenaikan kasus Influenza A.

“Pemerintah juga harus bisa memastikan peningkatan kasus dapat ditangani sebelum menimbulkan tekanan yang lebih besar terhadap masyarakat dan fasilitas kesehatan,” ujar Puan.

Puan pun menekankan agar respons Pemerintah dalam menghadapi kenaikan kasus Influenza harus berorientasi pada keselamatan, ketenangan, dan kemudahan akses masyarakat.

“Penanganan harus membuat masyarakat mengetahui ke mana harus mencari pertolongan di saat-saat genting,” tambah mantan Menko PMK tersebut.

Sebagai informasi, virus Influenza A memang diketahui gampang menular dan gejalanya sering kali lebih berat dibanding flu biasa, seperti demam tinggi yang susah turun, batuk kering, lemas, sampai nyeri badan.

Namun demikian, Menkes Budi mengatakan kenaikan angka influenza saat ini bukanlah jenis atau strain virus yang berbahaya.

Untuk menghindari penyebaran virus, Puan mendorong masyarakat untuk kembali disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Belajar dari pandemi Covid-19 lalu, penerapan prokes dapat membantu mengurangi penyebaran virus. Gunakan masker saat di luar rumah, rajin mencuci tangan, dan konsumsi makanan bergizi,” ujar Puan.

Bagi masyarakat yang sedang sakit, Puan mengimbau untuk mengurangi aktivitas dan segera memeriksakan diri ke dokter atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat jika kondisi sakit semakin berat.

“Untuk kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil agar menjaga daya tahan tubuh dan beristirahat cukup guna mencegah komplikasi,” kata Puan.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *