
Nyeri perut yang awalnya terasa seperti maag tidak selalu disebabkan oleh gangguan lambung. Jika sakit tidak kunjung hilang, semakin berat, atau berpindah ke perut bagian kanan bawah, kondisi tersebut perlu diwaspadai sebagai salah satu tanda radang usus buntu atau apendisitis.
Dilansir dari Mayo Clinic, apendisitis merupakan peradangan pada usus buntu yang dapat menyebabkan nyeri di bagian kanan bawah perut. Namun, pada banyak orang, rasa sakit justru bermula di sekitar pusar sebelum kemudian berpindah ke kanan bawah dan semakin parah.
Nyeri Berpindah ke Kanan Bawah
Gejala apendisitis dapat berbeda pada setiap orang. Pada tahap awal, nyeri bisa muncul di sekitar pusar dan kemudian berpindah ke bagian kanan bawah perut. Berdasarkan informasi yang dikutip dari Mayo Clinic, nyeri dapat semakin terasa saat batuk, berjalan, atau melakukan gerakan yang mengguncang tubuh.
Gejala lain yang dapat menyertai antara lain mual, muntah, kehilangan nafsu makan, demam ringan, sembelit atau diare, perut kembung, dan banyak gas. Sementara itu, dilansir dari National Health Service (NHS), pola nyeri tidak selalu sama, terutama pada anak kecil, lansia, dan ibu hamil.
Jangan Menunggu hingga Nyeri Berat
Apendisitis perlu mendapatkan penanganan medis karena peradangan yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan usus buntu pecah. Kondisi tersebut dapat membuat infeksi menyebar ke seluruh rongga perut dan menyebabkan komplikasi serius.
Dikutip dari NHS, seseorang perlu mendapatkan pertolongan medis jika nyeri perut semakin memburuk atau tidak kunjung hilang, terlebih ketika rasa sakit berpindah ke bagian kanan bawah. Nyeri perut yang sangat berat memerlukan penanganan segera.
Jika usus buntu pecah, rasa sakit bahkan dapat sempat berkurang untuk waktu singkat sebelum kemudian berubah menjadi nyeri hebat yang menyebar ke seluruh perut. Kondisi ini membutuhkan pertolongan medis segera.
Diagnosis Tidak Cukup dari Gejala
Nyeri perut tidak selalu menandakan apendisitis karena kondisi lain, seperti infeksi saluran kemih, batu ginjal, batu empedu, dan gangguan usus, juga dapat menimbulkan gejala serupa.
Berdasarkan laporan dari NHS, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang, seperti tes darah, urine, ultrasonografi, atau CT scan.
Tidak ada satu pemeriksaan yang selalu dapat memastikan apendisitis sehingga diagnosis perlu mempertimbangkan gejala dan hasil pemeriksaan secara keseluruhan.
Karena itu, nyeri perut yang menetap, semakin berat, atau berpindah ke kanan bawah sebaiknya tidak terus dianggap sebagai maag dan perlu diperiksa untuk mencegah komplikasi.
Sumber: Mayo Clinic, National Health Service (NHS)
