Sunday, September 20

Iran Sampaikan 7 Syarat Wajib untuk Perundingan dengan AS


ilustrasi(MI/Duta)

SEKRETARIS Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaee, menegaskan bahwa negaranya telah secara resmi mengajukan tujuh syarat kepada pemerintah Amerika Serikat (AS) sebagai prasyarat mutlak untuk memulai kembali proses perundingan diplomatik antara kedua negara.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan oleh Rezaee melalui akun media sosial X miliknya pada Sabtu (19/9).

“Iran telah mengajukan tujuh syarat kepada pemerintah AS untuk memulai perundingan apa pun,” ujar Rezaee.

“Pesan kami jelas dan tegas – jika AS ingin keluar dari kesulitan yang mereka ciptakan sendiri dan tidak ingin terus terjebak di dalamnya, tidak ada pilihan lain selain menerima syarat-syarat dari Iran,” imbuhnya.

Ketegangan antara kedua negara ini berakar dari eskalasi militer yang terjadi sebelumnya. Pada 28 Februari lalu, AS dan Israel tercatat melancarkan rangkaian serangan terhadap sejumlah lokasi strategis di wilayah Iran, yang kemudian dibalas secara terukur oleh Teheran.

Setelah kedua pihak terlibat dalam aksi saling serang selama beberapa bulan, Iran dan AS sempat menandatangani nota kesepahaman guna menghentikan konflik bersenjata pada pertengahan Juni. Kendati demikian, kesepakatan tersebut berumur pendek karena aksi serangan kembali pecah tidak lama usai perjanjian damai itu diberlakukan.

Hingga kini, perseteruan berkepanjangan antara Washington dan Teheran masih belum menemukan titik terang penyelesaian. Sebagai respons atas jalan buntu tersebut, pemerintah AS justru memutuskan untuk semakin meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran sebagai strategi menekan negara Islam itu melalui penciptaan beban finansial tambahan.

(Ant/Sputnik/RIA Novosti-OANA/P-4)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *