Monday, September 21

Granit Xhaka Absen Bela Timnas Swis Akibat Skandal Sertifikat Vaksin Palsu


Gelandang timnas Swis Granit Xhaka(AFP/Odd ANDERSEN)

GELANDANG Sunderland, Granit Xhaka, dipastikan absen membela Timnas Swis dalam lanjutan UEFA Nations League bulan ini. Keputusan ini diambil setelah pemain senior tersebut terseret dalam penyelidikan hukum terkait dugaan penggunaan sertifikat vaksin covid-19 palsu.

Melalui pernyataan resmi di akun Instagram pribadinya, Senin (21/9), Xhaka mengonfirmasi bahwa dirinya memilih untuk menarik diri dari skuad timnas guna menyelesaikan persoalan hukum yang kembali mencuat ke publik tersebut.

“Dalam beberapa hari terakhir, muncul pemberitaan lama terkait persoalan saya ini. Saya ingin membereskannya sendiri,” tulis Xhaka dalam unggahannya.

Penyesalan dan Pengakuan Xhaka

Xhaka secara terbuka mengakui bahwa tindakan tersebut didasari oleh keraguan dan ketakutan pribadinya terhadap vaksin covid-19 pada masa pandemi lalu. Ia mengungkapkan bahwa saat itu dirinya tidak berkonsultasi dengan ahli medis, melainkan mengambil jalan pintas yang kini ia sesali.

“Terkait vaksin covid-19, saya pribadi saat itu masih ragu dan berpikir dua kali soal itu. Saya tidak percaya dengan vaksin dan dihantui kekhawatiran serta ketakutan,” ungkap Xhaka.

Ia menambahkan bahwa kondisi emosional yang tidak stabil membuatnya memilih untuk membeli sertifikat tersebut.

“Hari ini, saya merasa tindakan itu salah. Itu kesalahan besar. Saya menyesal,” tegasnya.

Kronologi Kasus dan Investigasi Kejaksaan

Kasus ini kini tengah ditangani secara intensif oleh Kantor Kejaksaan Luzern. Berdasarkan data yang dihimpun, persoalan bermula ketika Xhaka dinyatakan positif covid-19 pada 2022 dan harus menjalani karantina selama satu bulan.

Setahun setelah kejadian tersebut, Xhaka mendapatkan sertifikat vaksin dari seorang dokter di Luzern. Namun, dokter tersebut kini diduga menerbitkan sertifikat secara tidak sah.

Meski pengacara sang dokter membantah tuduhan itu dan mengklaim kliennya benar-benar memberikan vaksin kepada Xhaka, sang pemain justru memberikan pengakuan berbeda.

Tiga tahun setelah mendapatkan dokumen tersebut, Xhaka mengakui bahwa ia memperoleh sertifikat vaksin secara cuma-cuma tanpa prosedur medis yang semestinya. Ia pun menyatakan kesiapannya untuk kooperatif dengan pihak berwenang.

Komitmen Investigasi: “Saya bertanggung jawab atas keputusan saya, saya berkomitmen penuh menjalani investigasi itu dan bekerja sama penuh dengan otoritas terkait,” ujar Xhaka.

Dampak bagi Timnas Swis dan Sunderland

Absennya Xhaka menjadi kerugian bagi pelatih Murat Yakin. Sebelumnya, nama Xhaka sudah masuk dalam daftar skuad untuk menghadapi rangkaian pertandingan UEFA Nations League melawan timnas Makedonia Utara, timnas Skotlandia, dan timnas Slovenia.

Hingga saat ini, belum diketahui sanksi hukum maupun disiplin olahraga apa yang akan dijatuhkan kepada Xhaka jika terbukti bersalah. Sementara itu, pihak klub Sunderland dilaporkan belum memberikan keterangan resmi kepada media lokal, Chronicle Live, terkait situasi yang menjerat pemainnya tersebut. (Ant/Z-1)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *