Tuesday, September 22

Solok Dilanda Banjir Bandang, Puan Dorong Antisipasi dan Mitigasi yang Lebih Efektif


Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan keprihatinan atas bencana banjir bandang yang menerjang kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Solok, Sumatra Barat. Karena itu, ditekankan pentingnya antisipasi dan mitigasi bencana yang lebih efektif.

“Terkait dengan bencana yang terjadi banjir besar yang terjadi di Solok, kami meminta kepada semua stakeholder untuk bisa betul-betul mengantisipasi dan memitigasi semua hal yang ada di seluruh Indonesia, bukan hanya di Solok saja,” kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/9).

Seperti diketahui, banjir bandang dan longsor melanda Solok pada Senin (21/9) malam akibat curah hujan yang tinggi. Banjir menyebabkan 4 orang terluka dan diduga terdapat sejumlah orang tertimbun material longsor.

Saat ini petugas gabungan masih melakukan evakuasi pencarian korban yang tertimbun material maupun terseret arus banjir. Bencana ini juga menyebabkan akses jalan dari Padang menuju Solok terputus, dan sejumlah kantor di kompleks Pemda Solok rusak.

Puan berharap, proses evakuasi dapat berjalan dengan lancar.

“Saat ini kan masih dalam proses pencarian atau evakuasi, kami berharap semoga tidak ada korban. Amin. Ke depannya harus lebih mengantisipasi dari mitigasi yang lebih efektif,” tutur perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR itu.

Puan lantas menyoroti kondisi cuaca di sejumlah daerah yang sudah mulai memasuki musim hujan. Ia meminta seluruh stakeholder untuk siaga bencana.

“Ini sudah beberapa kali bahkan sering dibicarakan oleh DPR kepada BNPB, bahkan tim dari kami, tim bencana juga sudah menyampaikan hal ini untuk melakukan mitigasi-mitigasi,” ungkap Puan.

“Sekarang ini curah hujan cukup keras ataupun sangat tinggi juga efektivitas dari semua bendungan yang ada di Indonesia dan hal-hal lain,” sambung mantan Menko PMK tersebut.

Lebih lanjut, Puan menekankan pentingnya memperkuat koordinasi antar instansi dalam menghadapi potensi bencana.

“Dan memang koordinasinya harus lebih diperkuat dan antisipasinya juga harus diperkuat dengan gotong royong yang lebih strategis,” tegas Puan.

Puan pun menyampaikan keprihatinan dan empati mendalam atas bencana di Solok.

“Tentunya kita semua berduka dan merasa prihati atas bencana ini. Pemerintah, terutama petugas di lapangan harus bekerja cepat memberi pertolongan kepada warga terdampak,” ujarnya.

Puan mengatakan, warga yang kehilangan tempat tinggal, mengalami kerusakan harta benda, atau terganggu aktivitas sehari-harinya membutuhkan perhatian dan dukungan nyata.

“Dalam keadaan darurat, kebutuhan utama masyarakat mencakup tempat tinggal sementara, makanan, air bersih, layanan kesehatan, serta dukungan bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas,” papar Puan.

Puan juga meminta Pemerintah memastikan pendataan korban dan kerusakan dilakukan secara cepat serta akurat mengingat hingga Selasa siang Pemerintah belum dapat memastikan jumlah korban jiwa maupun kerugian material karena proses pendataan secara riil di lapangan masih berlangsung.

“Data tersebut penting agar bantuan tidak tumpang tindih dan dapat menjangkau warga yang paling membutuhkan,” lanjut perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI tersebut.

Puan mendorong Pemerintah menyampaikan perkembangan penanganan, termasuk jumlah warga terdampak yang telah menerima bantuan, kebutuhan yang belum terpenuhi, serta kendala distribusi di lapangan.

“Pastikan setiap kebutuhan korban atau warga terdampak dapat terpenuhi. Baik mereka yang mengungsi di tempat-tempat yang telah disiapkan Pemerintah, maupun yang melakukan pengungsian mandiri,” tutup Puan.



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *