
TIM Nasional Wushu Indonesia menyampaikan permohonan maaf secara terbuka setelah hanya mampu membawa pulang lima medali perunggu pada ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Hasil ini memastikan tim Merah Putih gagal memenuhi target medali emas yang telah ditetapkan sebelumnya.
Kepastian tersebut didapat setelah tiga atlet andalan di nomor sanda (tarung) terhenti di babak semifinal yang berlangsung di Aichi Prefectural Martial Arts Hall, Jepang, Rabu (23/9). Kekalahan ini menutup peluang Indonesia untuk menambah perolehan medali perak maupun emas dari cabang olahraga wushu.
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI), Gunawan Tjokro, mengakui bahwa capaian ini berada di bawah ekspektasi. “Mewakili Timnas Wushu Indonesia, saya mohon maaf atas hasil tersebut. Semoga ke depan persiapan kita akan lebih baik lagi,” ujar Gunawan dalam keterangannya, Rabu (23/9).
Gunawan menambahkan bahwa raihan lima perunggu ini merupakan hasil terendah dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, ini adalah kali pertama sejak 2017 wushu Indonesia absen meraih medali emas atau perak dalam kejuaraan internasional, baik kategori single event maupun multi event.
Tiga atlet sanda yang harus puas dengan medali perunggu adalah Thania Kusumaningtyas (kelas -60 kg putri) yang kalah 0-2 dari wakil India, Roshibina Devi Naorem. Kemudian Reindra Nada Guitara (60 kg putra) yang menyerah 0-2 dari petarung Vietnam, Van Doan Hua, serta Fereddy Sinaga (65 kg putra) yang kalah tipis 1-2 dari Van Tam Dinh.
Sebelumnya, dua medali perunggu lainnya disumbangkan dari nomor taolu (seni) melalui Seraf Naro Siregar di nomor changquan putra dan Eugenia Diva Widodo di nomor changquan putri. Seraf Naro sendiri merupakan atlet pertama yang menyumbangkan medali bagi kontingen Indonesia di ajang ini.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan akan melakukan evaluasi total terhadap hasil ini. “Untuk wushu, targetnya memang emas. Kita apresiasi perjuangan atlet, tetapi kita juga harus terbuka bahwa hasil tersebut belum sesuai dengan target yang sudah disepakati sejak awal,” tegas Erick.
PB WI memastikan seluruh atlet telah berjuang maksimal di Aichi-Nagoya. Hasil evaluasi dari ajang ini akan menjadi bahan pembenahan serius bagi federasi untuk menghadapi kompetisi internasional mendatang agar prestasi wushu Indonesia kembali ke jalur juara. (Z-10)
