Wednesday, September 23

Bangunan Komersial Jadi Kekuatan Konsultan Arsitektur


Architect Indomegah Silver Synergy: Connecting Future Collaboration di Jakarta.(Dok. MI)

PENGALAMAN menggarap 250 proyek bangunan komersial menjadi salah satu modal bagi Architect Indomegah dalam memperkuat posisi di industri konsultan arsitektur. Perusahaan yang berdiri sejak 2001 tersebut mencatat total 278 proyek, dengan mayoritas portofolio berada pada sektor pusat perbelanjaan, apartemen, hotel, dan gedung perkantoran.

Pendiri sekaligus Principle Architect Architect Indomegah, Henry Kusnadi, mengatakan fokus pada segmen bangunan komersial menjadi strategi perusahaan untuk membangun keahlian spesifik di tengah persaingan industri arsitektur.

“Dalam setiap perkenalan kami menyebut Architect Indomegah sebagai konsultan arsitek spesialis commercial building. Dari 278 SPK yang kami peroleh kepercayaan untuk menjadi konsultan arsitek, sekitar 250 di antaranya fokus pada jenis dan fungsi commercial building,” ujar Henry dalam acara Architect Indomegah Silver Synergy: Connecting Future Collaboration di Jakarta, kemarin.

Menurut Henry, kategori bangunan komersial yang menjadi fokus perusahaan mencakup pusat perbelanjaan, apartemen, hotel, dan perkantoran. Spesialisasi tersebut membuat perusahaan banyak dipercaya oleh pengembang yang membutuhkan pendekatan desain dengan mempertimbangkan aspek estetika sekaligus fungsi bisnis bangunan.

“Kami tidak hanya membuat desain yang indah secara estetika, tetapi juga memastikan bangunan memiliki fungsi yang optimal. Kami dikenal dengan pendekatan commercial thinking,” katanya.

Selain mengerjakan proyek komersial, perusahaan juga memperluas portofolio ke sejumlah fungsi bangunan lain, termasuk residential high rise, hotel, dan office tower. Ekspansi tersebut dilakukan terutama pada periode 2008 hingga 2013 seiring meningkatnya kebutuhan pembangunan properti vertikal.

Henry mengatakan, keberlangsungan bisnis selama lebih dari dua dekade turut didukung oleh hubungan jangka panjang dengan para pengembang. Menurutnya, proyek yang telah terbangun menjadi salah satu faktor yang mendorong kepercayaan dan kerja sama berkelanjutan.

“Ketika sebuah bangunan sudah terbangun, itu menjadi promosi tersendiri. Banyak kepercayaan muncul dari hasil pekerjaan sebelumnya,” ujarnya.

Selain mencatatkan rekam jejak proyek, perusahaan juga kembali mendapatkan pengakuan industri melalui penghargaan Hubexo Asia Awards 2026 kategori Top Ten Architect Indonesia.

Penghargaan tersebut merupakan salah satu ajang industri konstruksi dan properti di kawasan Asia yang memberikan apresiasi kepada pelaku industri berdasarkan kontribusi terhadap perkembangan sektor properti, termasuk inovasi dan penerapan prinsip keberlanjutan.

Henry mengatakan pencapaian tersebut melanjutkan catatan perusahaan yang sebelumnya telah beberapa kali masuk dalam daftar Top Ten Architect Indonesia.

“Dari 2005 sampai 2013 kami mendapatkan penghargaan tersebut sebanyak 12 kali. Kemudian kami kembali mendapatkannya pada 2018 dan tahun ini,” ujarnya.

Memasuki fase berikutnya, perusahaan menargetkan penguatan kolaborasi dengan berbagai pelaku industri konstruksi, mulai dari pengembang, kontraktor, supplier, hingga profesional arsitektur untuk membuka peluang proyek baru.

Bagi industri arsitektur dan properti, peningkatan kebutuhan terhadap bangunan komersial dan pengembangan kawasan perkotaan menjadi peluang bagi konsultan arsitektur dengan pengalaman proyek yang spesifik dan rekam jejak panjang. (Z-10)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *