
PUASA sunnah Senin Kamis adalah ibadah puasa yang dilakukan secara sunnah pada hari Senin dan Kamis dengan menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga matahari terbenam karena mengharap rida Allah SWT.
Puasa ini merupakan salah satu amalan yang dicontohkan Rasulullah SAW. Dalam hadis riwayat Tirmidzi, ketika ditanya tentang puasa pada hari Senin, Rasulullah SAW menyebut bahwa hari tersebut merupakan hari beliau dilahirkan dan hari ketika wahyu diturunkan kepada beliau.
Niat Puasa Senin
Bacaan Arab
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Bacaan Latin
Nawaitu shauma yaumil itsnaini sunnatan lillāhi ta‘ālā.
Artinya
“Saya berniat puasa sunnah hari Senin karena Allah Ta’ala.”
Niat Puasa Kamis
Bacaan Arab
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الْخَمِيسِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Bacaan Latin
Nawaitu shauma yaumil khamīsi sunnatan lillāhi ta‘ālā.
Artinya
“Saya berniat puasa sunnah hari Kamis karena Allah Ta’ala.”
- Berniat puasa
- Tetapkan niat untuk menjalankan puasa sunnah karena Allah SWT.
- Makan sahur
- Sahur dilakukan sebelum waktu Subuh. Sahur merupakan amalan yang dianjurkan bagi orang yang hendak berpuasa.
- Menahan diri dari hal yang membatalkan puasa
- Sejak terbit fajar hingga matahari terbenam, hindari makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa.
- Memperbanyak amal ibadah
- Manfaatkan waktu puasa dengan membaca Al-Qur’an, berzikir, berdoa, bersedekah, serta melakukan kebaikan lainnya.
- Menjaga perilaku
- Selain menahan lapar dan haus, puasa juga dapat menjadi latihan untuk menjaga ucapan dan perilaku dari hal-hal yang tidak baik.
- Berbuka setelah matahari terbenam
- Ketika masuk waktu Magrib, segera berbuka dengan makanan atau minuman yang halal dan baik.
Puasa Senin Kamis memiliki dasar dalam hadis. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa amal-amal diperlihatkan pada hari Senin dan Kamis, dan beliau menyukai ketika amalnya diperlihatkan dalam keadaan berpuasa. Hari Senin juga memiliki keistimewaan karena merupakan hari kelahiran Rasulullah SAW dan hari beliau menerima wahyu.
Puasa sunnah ini juga dapat menjadi latihan untuk mengendalikan hawa nafsu, meningkatkan kesabaran, membiasakan diri beribadah, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Puasa Senin Kamis bukan sekadar menahan lapar dan haus. Ibadah ini mengajarkan seseorang untuk bersabar, mengendalikan keinginan, menjaga perkataan dan perbuatan, serta meningkatkan kepedulian kepada orang lain.
Dengan menjalankannya secara ikhlas dan sesuai tuntunan, puasa Senin Kamis dapat menjadi salah satu cara untuk membangun kebiasaan ibadah sekaligus memperbaiki diri. (Z-4)
Sumber: bankmuamalat, baznasjabar
