
PENGGUNAAN perangkat audio kini semakin luas, mengikuti bertambahnya kebutuhan di berbagai aktivitas dan sektor industri kreatif. Sistem audio tidak lagi terbatas untuk konser atau pertunjukan musik, tetapi juga digunakan dalam kegiatan perusahaan, rumah ibadah, pertunjukan teater, hingga produksi siaran.
Perubahan pola penggunaan tersebut membuat perangkat audio profesional menghadapi tuntutan yang lebih beragam. Kemampuan menghasilkan suara berkualitas tetap menjadi pertimbangan, tetapi perangkat juga perlu menawarkan fleksibilitas, koneksi yang beragam, serta dukungan terhadap proses produksi yang semakin rumit.
Perkembangan teknologi kemudian mendorong produsen menghadirkan perangkat dengan fungsi dan konfigurasi yang lebih beragam. PT Yamaha Musik Indonesia Distributor (YMID), misalnya, memperkenalkan sejumlah perangkat audio profesional terbaru di Indonesia setelah sebelumnya diluncurkan secara global pada 10 September 2026.
“Kami sangat peduli terhadap perkembangan teknologi audio profesional. YMID hadir di bidang musik dan audio, kami ingin memberikan yang terbaik untuk pasar Indonesia. Tidak hanya menyuguhkan produk terbaik, tentunya juga teknologi terkini di bidang musik dan audio,” ujar President Director PT Yamaha Musik Indonesia Distributor Hisayoshi Matsui dalam peluncuran di Gedung Yamaha Music Center Building, Jakarta, Rabu (23/9).
Salah satu perangkat yang mengalami pengembangan adalah digital mixer. DM5 Series, yang terdiri dari DM5 dan DM5 Compact, membawa sejumlah konsep pengoperasian dari DM7 ke perangkat dengan bentuk yang lebih kecil.
DM5 menyediakan dua area fader dan dua layar. Perangkat tersebut memiliki 32 input analog dan 16 output analog pada panelnya serta dapat menangani hingga 60 kanal input. Sementara itu, DM5 Compact menggunakan satu area fader dan satu layar dengan 16 input analog serta 16 output analog, dan mampu memproses hingga 48 kanal input.
Dengan ukuran tinggi dan kedalaman yang sama dengan DM5, versi Compact memiliki lebar 446 milimeter. Dimensi tersebut membuatnya lebih mudah ditempatkan pada sistem yang memiliki keterbatasan ruang atau membutuhkan perangkat yang relatif mudah dipindahkan.
Kedua mixer itu juga menggunakan layar utama berukuran 13,3 inci yang dipadukan dengan glass keys. Teknologi tersebut memungkinkan tombol memberikan respons sentuhan sekaligus menampilkan label yang dapat berubah mengikuti fungsi dan kondisi mixer. Dengan demikian, sejumlah fungsi dapat ditampilkan melalui panel yang sama tanpa harus menambah banyak kontrol fisik.
Selain layar utama, tersedia layar sentuh berukuran 4,3 inci yang dapat disesuaikan pengguna. Empat rotary control juga bisa diprogram untuk menjalankan fungsi berbeda sesuai kebutuhan. Sementara layar utama menyediakan empat opsi sudut tampilan untuk membantu pengguna melihat informasi dalam posisi pengoperasian yang berbeda.
Pada aspek konektivitas, DM5 Series mendukung jaringan Dante dengan kapasitas hingga 64 input dan 64 output pada 96 kHz. Perangkat ini juga menyediakan slot ekspansi PY Series, termasuk PY-DSP, serta fitur Assist untuk membantu proses konfigurasi. Tersedia pula Broadcast Package dan Theatre Package yang ditujukan untuk kebutuhan produksi siaran dan pertunjukan.
Pengembangan sistem audio juga mencakup perangkat untuk memperluas jalur input dan output. Untuk kebutuhan tersebut, diperkenalkan R-Series Utility I/O yang terdiri dari RUio1608SB-D, RUio0804-D, dan RUio16FLX-D. Ketiganya memungkinkan konfigurasi sistem disesuaikan dengan kebutuhan jumlah dan jenis koneksi.
RUio1608SB-D hadir dalam bentuk stagebox dengan 16 input analog dan delapan output analog. Sementara RUio0804-D menggunakan format rack 1U dengan delapan input analog dan empat output analog. Berbeda dari keduanya, RUio16FLX-D memungkinkan 16 kanal dikonfigurasikan sesuai kebutuhan menjadi input mic/line analog, output analog, ataupun output AES/EBU.
Perangkat keluaran suara juga menjadi bagian dari perkembangan tersebut. Lini yang diperkenalkan mencakup DXR mk3 Powered Loudspeakers yang terdiri dari DXR10, DXR12, dan DXR15, serta DXS mk3 Powered Subwoofers dengan pilihan DXS12, DXS15, dan DXS18.
DXR mk3 menggunakan amplifier Class-D dengan daya 2.000 watt dan mampu menghasilkan tingkat tekanan suara hingga 134 dB SPL. Adapun DXS mk3 menggunakan amplifier Class-D berdaya 2.500 watt. Kedua lini tersebut dilengkapi pemrosesan sinyal digital 96 kHz, Advanced FIR-X Tuning, automatic feedback detection, serta Drive Motion Calibration.
“Pengoperasian sistem juga dapat dilakukan secara nirkabel melalui aplikasi D-Remote untuk perangkat iOS dan Android. Sementara untuk kebutuhan instalasi permanen, tersedia CXR/CXS mk3 Series dalam konfigurasi pasif,” ujar Ryan Indra Kusumah, General Manager Audio Product Sales Group PT YMID, pada kesempatan sama.
Ragam perangkat tersebut mencerminkan semakin beragamnya kebutuhan sistem audio, baik untuk pertunjukan langsung, kegiatan perusahaan, rumah ibadah, teater maupun siaran. Dalam perkembangannya, perangkat audio profesional tidak hanya dituntut menghasilkan keluaran suara yang baik, tetapi juga perlu mampu mengikuti kebutuhan konektivitas, konfigurasi, mobilitas, serta alur produksi yang berbeda-beda. (E-1)
