Thursday, September 24

Saat Inggris Menguji Juara Dunia


Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI/Seno)

LIGA Eropa jeda selama dua pekan. Sebagai gantinya Liga Antarnegara Eropa mulai bergulir pekan ini. Ibarat Piala Dunia mini, pecinta sepak bola disuguhi pertandingan kelas dunia. Salah satunya, besok malam, Inggris akan menjamu juara dunia, Spanyol, di Stadion Wembley.

Inggris yang tersandung di semifinal Piala Dunia 2026 berpeluang untuk membalas rasa penasaran mereka. Kalau tidak gagal melewati Argentina, ‘Three Lions’ berhadapan dengan Spanyol di final.

Pelatih Inggris Thomas Tuchel serius mempersiapkan timnya. Ia panggil bek kiri asal Real Madrid Trent Alexander-Arnold untuk masuk tim. Mantan pemain Liverpool itu tidak ikut di Piala Dunia 2026 lalu.

Juga Phil Foden yang menjadi salah satu kontroversi ketika tidak dibawa ke Piala Dunia 2026. Foden terbukti sukses membawa Manchester City tampil sempurna di lima pertandingan pertama Liga Primer.

Tantangan berat dihadapi Tuchel lantaran lima pemain yang dipanggil tidak bisa bergabung karena cedera. Tino Livramento, Kobbie Mainoo, Cole Palmer, Marcus Rashford, dan Declan Rice menyatakan tidak siap untuk tampil.

Sebagai ganti mereka, pelatih asal Jerman itu memanggil gelandang asal Everton James Garner dan penyerang asal Nottingham Forest, Morgan Gibbs-White. Keduanya sejak Selasa sudah bergabung di St George’s Park, markas ‘Three Lions’.

 

TUGAS KANE 

Kapten kesebelasan Harry Kane harus bekerja keras untuk membangun kebersamaan tim. Elliot Anderson yang tampil gemilang di Piala Dunia 2026 diharapkan bisa menjalankan peran yang ditinggal Rice.

Gelandang asal Real Madrid Jude Bellingham bertugas sebagai jenderal di lapangan tengah. Sementara itu, gelandang asal Arsenal Myles Lewis-Skelly bisa diandalkan sebagai gelandang bertahan karena karakternya sebagai bek sayap.

Kalau ketiganya mampu bermain efektif menggalang sentral pertandingan, Inggris pantas untuk lebih tenang, apalagi jika Bukayo Saka dan Anthony Gordon ataupun Morgan Rogers mau turun ke tengah memperkuat barisan gelandang.

Dengan pemain sayap yang aktif, Kane bisa mendapat asupan bola matang untuk mengancam Spanyol. Memang tidak mudah untuk menembusnya karena ‘La Furia Roja’ sangat solid dan memiliki kiper Unai Simon yang tangguh.

Dalam menghadapi Spanyol yang pandai memainkan tempo permainan dan menguasai bola selama mungkin di kaki mereka, dibutuhkan kesabaran. Penjagaan daerah akan lebih efektif daripada mengejar-ngejar pemain Spanyol yang dengan tiki-taka tidak pernah berlama-lama dengan bola.

Dua pemain yang berpengalaman di La Liga menjadi penting untuk memahami kultur dan karakter permainan ‘La Furia Roja’. Alexander-Arnold dan Bellingham tidak boleh bosan mengingatkan rekan-rekan mereka untuk disiplin menjaga daerah.

Upaya untuk menekan pemain Spanyol tidaklah mudah karena teknik bermain sepak bola mereka yang tinggi. Lamine Yamal, misalnya, tidak pernah bisa ditahan pemain belakang lawan, kecuali dengan kekerasan dan itu berisiko terkena kartu oleh wasit.

Kuartet empat pemain belakang Inggris benar-benar akan menghadapi ujian berat. Marc Guehi menjadi andalan menjaga soliditas lapangan tengah dan jangan terpancing untuk keluar menyerang seperti ketika bermain untuk City.

Para penyerang Spanyol sangat tajam dalam membaca peluang. Sedikit saja lengah maka gawang Jordan Pickford akan bisa kebobolan.

Ezri Konsa menjadi pilihan terbaik untuk mendampingi Guehi mengawal jantung pertahanan Inggris. Pemain muda asal Manchester City, Nico O’Relly, bisa menjadi pilihan untuk mengisi posisi bek kiri sekaligus mengawal pergerakan Yamal.

 

JUARA DUNIA

Pelatih Spanyol Luis de la Fuente tidak mau main-main dengan Liga Antarnegara Eropa. Ia turunkan semua pemain terbaik yang membawa ‘La Furia Roja’ memenangi Piala Dunia 2026. Apalagi di Grup A3 mereka satu grup dengan raksasa dari Eropa Timur, Kroasia dan Republik Ceko. Pertandingan pertama menjadi sangat penting untuk menentukan langkah selanjutnya.

Kapten kesebelasan Rodrigo Hernandez tetap menjadi kunci permainan Spanyol. Rodri tidak salah disebut sebagai gelandang terbaik dunia saat ini karena sangat efektif baik ketika bertahan maupun keluar menyerang.

Ketangguhan Rodri membuat semua pemain Spanyol lebih percaya diri. Siapa pun yang dipercaya sebagai starter oleh De la Fuente paham tentang peran apa yang harus mereka mainkan.

Apalagi Spanyol memiliki Pedri yang sangat luas wawasan pertandingannya. Dani Olmo juga mampu bermain sebagai gelandang penyerang yang selalu mengejutkan tim lawan.

Sebagai pendamping bagi Yamal untuk menggoyahkan pertahanan lawan, Spanyol masih memiliki Nico Williams. Sejak Piala Eropa 2024, kedua penyerang sayap muda Spanyol itu selalu menjadi momok bagi tim lawan.

Permainan Spanyol menjadi sulit untuk dibendung karena mereka memiliki pertahanan yang sangat tangguh. Kiper Simon mengingatkan kita kepada masa kejayaan Manuel Neuer karena bisa berperan sebagai pemain belakang kelima.

Simon selalu keluar tepat waktu untuk memotong serangan bola tanggung lawan. Ia bahkan berani keluar dari kotak penalti untuk memotong bola pemain sekelas Lionel Messi.

Pemain muda terbaik Piala Dunia 2026 Pau Cubarsi akan menjadi perhatian penonton Wembley. Gaya permainan yang tenang sebagai center-back tidak menunjukkan bahwa ia berusia 19 tahun. Cubarsi mampu mengimbangi permainan pemain sekelas Aymeric Laporte untuk menggalang pertahanan Spanyol.

Gaya ortodoks Inggris akan diuji permainan cantik Spanyol. Bagi Inggris, ini merupakan kesempatan untuk membuktikan bahwa mereka sebenarnya pantas menjadi juara dunia. Kita lihat saja!

 



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *