
JURU Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Widyawati mengatakan ada tren peningkatan kasus Influenza di level global termasuk Indonesia. Meskipun demikian, risiko penularan di dalam negeri masih rendah.
Di Indonesia data menunjukkan bahwa memang terjadi peningkatan kasus tetapi berdasarkan analisa sampai minggu ke-36 tahun 2026 masih menunjukkan risiko rendah.
“Memang saat ini terdapat peningkatan kasus atau aktivitas influenza di Indonesia. Namun, berdasarkan pemantauan Kemenkes hingga minggu ke-36 tahun 2026, tingkat aktivitas influenza masih berada dalam kategori rendah dan situasi masih terkendali,” kata Widyawati atau akrab disapa Wiwid, Jumat (25/9).
Ia menjelaskan peningkatan kasus influenza masih sesuai dengan pola musiman influenza. Jenis subtipe yang dominan ditemukan ialah Flu A (H1N1pdm09). Untuk surveilans, Kemenkes memantau perkembangan kasus dan karakteristik virus termasuk tingkat keparahannya.
Kemenkes juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik, serta mengikuti informasi perkembangan penyakit, khususnya influenza, dari sumber resmi pemerintah.
“Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menerapkan etika batuk dan bersin, menjaga kebersihan lingkungan, istirahat cukup, dan mengonsumsi makanan bergizi,” ujar dia.
Bagi masyarakat yang mengalami gejala influenza, kata Wiwid, gunakan masker selama beraktivitas di luar rumah, dan kurangi kontak dekat dengan orang lain untuk mencegah penularan.
“Meski pada umumnya influenza bersifat ringan dan akan sembuh dengan sendirinya, tetapi bila gejala memburuk, segera ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat,” pungkasnya. (H-4)
