
ARAB Saudi, Turki, dan Pakistan akan menggelar pertemuan darurat tingkat tinggi untuk membahas langkah dukungan terhadap Arab Saudi setelah kelompok Houthi di Yaman kembali melancarkan serangkaian serangan ke wilayah kerajaan tersebut.
Rencana pertemuan itu dibahas oleh Menteri Luar Negeri ketiga negara dalam pertemuan di New York, Amerika Serikat, pada Kamis (24/9), dalam kerangka Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyatakan para menteri luar negeri membahas persiapan untuk menggelar pertemuan para kepala staf militer ketiga negara. Forum tersebut akan membahas mekanisme dukungan kepada Arab Saudi berdasarkan ketentuan dalam perjanjian pertahanan bersama.
“Pertemuan (para menlu) tersebut membahas pengaturan untuk menggelar pertemuan darurat para kepala staf di ketiga negara,” demikian pernyataan resmi Kemlu Saudi di X, Jumat (25/9).
“Dengan tujuan membahas cara-cara pendukung bagi Kerajaan sesuai dengan Perjanjian Mekkah untuk Pertahanan Bersama,” tambah pernyataan itu.
Perjanjian tersebut menetapkan prinsip bahwa serangan terhadap salah satu negara anggota dipandang sebagai serangan terhadap seluruh pihak yang tergabung di dalamnya.
Dalam pertemuan tersebut, ketiga menteri luar negeri juga membahas perkembangan terbaru di Timur Tengah. Mereka menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional, hubungan bertetangga yang baik, kedaulatan negara, serta prinsip tidak mencampuri urusan dalam negeri negara lain.
Ketiganya juga mendukung berbagai upaya deeskalasi untuk meredakan ketegangan dan mendorong tercapainya solusi damai yang berkelanjutan.
Houthi Lancarkan Serangan ke Saudi
Pembahasan mengenai pertemuan darurat tersebut berlangsung setelah Houthi meningkatkan serangan terhadap sejumlah wilayah Arab Saudi.
Pada Kamis (24/9), otoritas Saudi menyatakan telah mencegat enam rudal balistik yang diluncurkan Houthi. Sistem pertahanan udara juga dilaporkan menggagalkan upaya serangan terhadap sejumlah wilayah, termasuk Taif dan Yanbu.
Sebelumnya, Arab Saudi juga mengeluarkan peringatan darurat untuk sejumlah wilayah, termasuk Kota Suci Mekkah, Jeddah, dan Yanbu.
Houthi mengeklaim telah meluncurkan puluhan rudal dan drone ke sejumlah sasaran di Saudi. Eskalasi tersebut terjadi di tengah meningkatnya kembali konflik di Yaman dan ketegangan yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Dalam beberapa waktu terakhir, Saudi dan Houthi terlibat dalam aksi saling serang. Serangan juga menyasar infrastruktur strategis dan fasilitas ekonomi, termasuk fasilitas energi dan jalur transportasi.
Situasi tersebut berlangsung di tengah konflik yang lebih luas antara Amerika Serikat dan Iran serta gangguan terhadap jalur pelayaran dan pasokan energi di kawasan, termasuk di sekitar Selat Hormuz.
Pertemuan para menteri luar negeri Arab Saudi, Turki, dan Pakistan menjadi langkah diplomatik terbaru untuk membahas implementasi Perjanjian Pertahanan Bersama Mekkah di tengah meningkatnya ancaman keamanan yang dihadapi Arab Saudi. (H-4)
