
PELATIH Italia Roberto Mancini menerima cemoohan suporter Italia setelah laga Italia vs Belgia. Tim Italia kalah 0-2 dari lawannya pada laga pembuka UEFA Nations League 2026/2027 di Stadion Olimpico, Sabtu (26/9) dini hari. Pelatih yang kembali menangani Gli Azzurri itu menilai reaksi fans merupakan bagian dari sepak bola dan meminta skuadnya segera berbenah.
Italia gagal mengawali periode kedua Mancini dengan hasil positif. Dua gol Belgia yang dicetak Mika Godts dan Dodi Lukebakio masing-masing pada babak pertama dan kedua memastikan kemenangan tim tamu
Kekalahan tersebut membuat Italia mendapat sorakan dari pendukung sendiri setelah pertandingan. Mancini tidak mempermasalahkan reaksi tersebut.
“Ini hal yang normal. Ketika kalah, suporter kecewa dan marah. Itu bagian dari permainan,” kata Mancini.
Ketika ditanya mengenai tantangan mengembalikan kepercayaan suporter Italia, Mancini mengibaratkannya seperti mendaki Everest. Namun, dia menilai jika nantinya Italia berhasil bangkit hal itu akan lebih membanggakan.
“Justru akan lebih baik pada akhirnya ketika kita mencapai puncak,” ujarnya.
Italia sebenarnya tampil cukup menjanjikan dalam beberapa fase pertandingan. Gianluigi Donnarumma bahkan harus melakukan sejumlah penyelamatan untuk menjaga gawang Italia, terutama pada babak pertama ketika Belgia tampil lebih dominan.
Mancini kemudian melihat perubahan permainan setelah turun minum. Italia tampil lebih agresif dan mampu merebut sejumlah bola kedua. Dia menilai Italia masih perlu memperbaiki penguasaan bola dan mengurangi kesalahan dalam membangun serangan.
“Kami bisa mengambil hal positif dari 25 menit babak kedua ketika kami bermain sangat agresif, memenangkan semua bola kedua dan sama sekali tidak memberi mereka peluang. Itu hal positif bagi saya,” tutur Mancini.
“Kami harus berusaha kehilangan bola lebih sedikit, seperti yang terjadi pada babak pertama. Kami juga harus lebih banyak menguasai bola dengan tenang dan tidak memaksakan situasi ketika ruang tidak tersedia,” katanya. (H-4)
