
MENURUNKAN berat badan menjadi salah satu alasan banyak orang mulai rutin berolahraga. Namun, mengejar angka timbangan semata ternyata bukan satu-satunya ukuran keberhasilan aktivitas fisik.
Kesehatan jantung dan kebugaran tubuh juga perlu menjadi perhatian agar olahraga memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Olahraga Bukan hanya untuk Bakar Kalori
Dilansir dari American Heart Association (AHA), aktivitas fisik secara rutin dapat memberikan manfaat kesehatan meskipun seseorang tidak mengalami penurunan berat badan yang signifikan.
Aktivitas fisik dapat membantu memperbaiki tekanan darah, sensitivitas insulin, kadar kolesterol, serta kebugaran kardiorespirasi.
Selain itu, olahraga tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan kardiometabolik bagi orang yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Artinya, manfaat olahraga tidak semata-mata ditentukan oleh berapa kilogram berat badan yang berhasil diturunkan.
Berapa Lama Harus Berolahraga?
Dalam laporan yang sama, orang dewasa dianjurkan melakukan setidaknya 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang setiap minggu atau 75 menit aktivitas dengan intensitas berat. Latihan penguatan otot juga dianjurkan dilakukan setidaknya dua hari dalam seminggu.
Aktivitas intensitas sedang dapat berupa jalan cepat, bersepeda santai, aerobik air, atau menari. Sementara itu, berlari, berenang, lompat tali, dan bersepeda dengan intensitas lebih tinggi dapat termasuk aktivitas berat.
Bagi yang baru mulai berolahraga, aktivitas tidak harus langsung dilakukan dalam durasi panjang. Dikutip dari AHA, aktivitas fisik dalam jumlah berapa pun lebih baik dibandingkan tidak aktif sama sekali. Intensitas dan durasi olahraga dapat ditingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan tubuh.
Penurunan Berat Badan Tetap Perlu Pola Makan
Dikutip dari Mayo Clinic, aktivitas fisik membantu menurunkan berat badan dengan meningkatkan jumlah kalori yang digunakan tubuh.
Namun, olahraga bukan satu-satunya faktor yang menentukan penurunan berat badan. Pengaturan asupan makanan juga diperlukan untuk menciptakan defisit kalori.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), aktivitas fisik secara rutin dapat membantu mengontrol berat badan sekaligus menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2.
Karena itu, olahraga sebaiknya tidak dilakukan hanya demi mendapatkan tubuh lebih ramping. Menjaga kesehatan jantung, meningkatkan kebugaran, mengatur pola makan, dan membangun kebiasaan aktif secara konsisten menjadi bagian penting dalam upaya mencapai tubuh yang lebih sehat.
(American Heart Association (AHA)/Centers for Disease Control and Prevention (CDC)/Mayo Clinic/P-4)
