Friday, October 2

6 Cara Kelola Pinjaman UMKM agar Kas Usaha Tetap Aman


Cara mengelola pinjaman UMKM agar kas usaha tetap aman.(Dok. Tunaiku)

PINJAMAN UMKM dapat menambah modal. Namun, dana yang tidak dikelola dengan benar justru bisa membuat kas usaha krisis. Contohnya, dana pinjaman dipakai untuk kebutuhan pribadi atau membeli aset yang tidak mendukung penjualan, sehingga modal usaha tidak berputar. Usaha pun tidak menghasilkan untung, dan cicilan akhirnya tidak sanggup dibayar.

Mengelola pinjaman dengan aman dapat dimulai sejak Anda memilih aplikasi pinjaman online legal yang izin dan kanal bantuannya jelas. Enam cara berikut membantu kas usaha tetap terjaga saat mengajukan pinjaman modal usaha dan cicilan terbayar sampai lunas.

Cara Kelola Pinjaman UMKM supaya Kas Usaha Enggak Jebol

Keenam cara berikut berurutan dari memisahkan uang, mencatat kas, dan menghitung batas cicilan, sampai memastikan dana pinjaman benar-benar berputar menjadi penjualan.

1. Pisahkan Rekening Pribadi dan Rekening Usaha

Dana pinjaman yang masuk ke rekening yang sama dengan uang belanja rumah tangga mudah terpakai untuk kebutuhan pribadi, sehingga modal usaha berkurang tanpa terasa.

Sementara rekening khusus usaha menjadi tempat masuknya dana pinjaman, omzet, dan pembayaran ke pemasok, jadi setiap mutasi otomatis menjadi catatan transaksi bisnis.

Agar kebutuhan pribadi tidak mengambil dari kas usaha, tetapkan nominal gaji di awal bulan dan bayar kebutuhan pribadi hanya dari gaji tersebut. Nominal yang tetap juga tidak naik turun mengikuti ramai sepinya penjualan.

2. Catat Arus Kas Masuk dan Keluar secara Rutin

Tanpa pencatatan, pemilik usaha sulit tahu ke mana dana pinjaman mengalir dan apakah kas masih cukup untuk cicilan.

Pemasukan dan pengeluaran perlu dicatat setiap hari dengan format sederhana berisi tanggal, keterangan, uang masuk, uang keluar, dan saldo, baik di buku kas, spreadsheet, maupun aplikasi kasir.

Beri tanda khusus pada transaksi yang dibiayai dana pinjaman supaya mudah ditelusuri. Setiap bulan, rekap catatan harian menjadi laporan laba rugi dan arus kas sederhana, yang sekaligus menjadi bekal dokumen saat Anda mengajukan pinjaman modal usaha UMKM berikutnya.

3. Hitung Rasio Cicilan terhadap Laba Bersih

Cicilan yang terlalu besar dibanding laba membuat kas terkuras setiap bulan, sehingga usaha bisa gagal bayar meski penjualan tetap berjalan.

Rasio utang terhadap pendapatan (debt to income ratio) disarankan di bawah 30% dan rasio utang terhadap aset di bawah 50%, dengan dasar hitung laba bersih bulanan, bukan omzet, karena omzet belum dikurangi biaya operasional.

Sebagai ilustrasi, laba bersih Rp6 jutaan per bulan memberi batas cicilan sekitar Rp1,8 jutaan per bulan.

Jika rasio cicilan melewati 30%, turunkan nominal pinjaman atau perpanjang tenor agar cicilan bulanan lebih ringan. Hitung ulang rasio ini ketika laba turun di bulan sepi.

4. Gunakan Dana Pinjaman Khusus untuk Pos Operasional Produktif

Dana pinjaman yang dipakai untuk kebutuhan pribadi atau aset yang tidak mendukung penjualan tidak menghasilkan uang kembali, sehingga modal tidak berputar dan cicilan tidak punya sumber pembayaran.

Pos operasional produktif adalah pengeluaran yang menghasilkan pendapatan, misalnya bahan baku, stok barang, alat produksi, dan biaya pemasaran.

Jadi, coba susun daftar alokasi dana sebelum pinjaman cair, lengkap dengan nominal untuk setiap pos, lalu simpan nota dan bukti transfer sebagai bahan evaluasi.

Sebelum membeli aset baru, tanyakan dulu apakah aset itu langsung membantu menambah penjualan, dan tunda jika jawabannya belum jelas.

5. Sisihkan Dana Cadangan untuk Cicilan

Penjualan yang sepi tidak menghentikan tagihan cicilan, dan kas yang sudah habis untuk operasional membuat cicilan mudah terlambat.

Dalam SLIK OJK, keterlambatan 1 sampai 90 hari menurunkan status kredit dari kolektibilitas 1 (lancar) ke kolektibilitas 2 (dalam perhatian khusus), sehingga riwayat kredit ikut terganggu.

Untuk mengantisipasinya, tahan sebagian laba sebagai dana darurat usaha dan simpan di rekening atau kantong terpisah agar tidak terpakai untuk operasional.

Sebagai patokan awal, cadangan senilai satu sampai tiga kali cicilan umumnya sudah membantu, dengan besaran yang disesuaikan kemampuan usaha, dan riwayat kredit yang terjaga akan memudahkan akses pembiayaan di kemudian hari.

6. Evaluasi Penggunaan Dana Pinjaman Setiap Bulan

Tanpa evaluasi, dana pinjaman yang salah arah baru terlihat setelah kas menipis. Evaluasi bulanan membandingkan rencana alokasi dana dengan realisasi pengeluaran, dan setiap pos yang dibiayai pinjaman dicek dampaknya terhadap penjualan dan laba, misalnya apakah stok tambahan benar terjual.

Dari hasil evaluasi, hentikan pos yang tidak menambah penjualan dan alihkan dananya ke pos yang terbukti produktif. Hasil yang sama juga menjadi dasar untuk memutuskan perlu tidaknya pinjaman berikutnya dan berapa nominalnya.

Kelola Pinjaman Modal untuk UMKM bersama Tunaiku

Rekening yang terpisah, pencatatan rutin, rasio cicilan di bawah 30% laba bersih, pos dana yang produktif, cadangan cicilan, dan evaluasi bulanan menjaga kas usaha tetap aman, dan hasilnya paling terasa jika dana pinjaman berasal dari penyedia yang legal.

Salah satunya Tunaiku by Amar Bank yang berizin dan diawasi OJK. Tunaiku menawarkan pinjaman limit Rp2 juta sampai Rp30 juta dengan bunga ringan mulai 0,1% per hari dan tenor 6 sampai 30 bulan tanpa jaminan.

Approval berlangsung 3 menit dengan tahap pengajuan yang mudah lewat aplikasi, dan dana yang cair dapat langsung diarahkan ke rekening usaha terpisah sesuai cara pertama. Cicilan juga dapat dibayar lewat beragam metode.

Layanan CS Tunaiku tersedia lewat Live Chat di aplikasi atau call center resmi melalui WhatsApp di 081132266859, telepon (021) 40005859, atau email [email protected]. Pembatalan pinjaman dilakukan lewat call center resmi tersebut, bukan lewat nomor lain yang beredar di internet.

Jangkau Banyak Kota, Tunaiku Jadi Solusi Kebutuhan Elektronik

Kas usaha yang tertata juga membutuhkan perangkat pendukung untuk mencatat transaksi dan memantau rekening usaha. Tunaiku menjawab kebutuhan tersebut dengan menyediakan pinjaman online tanpa jaminan yang pengajuannya mudah.

Apalagi, Tunaiku juga sudah tersedia di kota-kota besar di Indonesia, yaitu Semarang, Yogyakarta, Medan, Surabaya, Batam, Pekanbaru, Makassar, Denpasar, dan Manado.

Kebutuhan gadget dan perangkat elektronik untuk operasional usaha, seperti smartphone, laptop, dan perangkat kasir, dapat dibantu lewat pinjaman online tanpa jaminan yang pengajuannya mudah dan cepat, dan perangkat yang langsung dipakai melayani pembeli termasuk pos yang produktif.

Limit hingga jutaan rupiah dan tenor yang fleksibel membantu Anda menyesuaikan cicilan dengan kemampuan bayar. Seluruh proses pengajuan berlangsung 100% digital, praktis, dan transparan, sehingga cocok bagi pelaku usaha dengan jadwal padat di berbagai kota.

Unduh aplikasi Tunaiku dan ajukan pinjaman setelah menghitung kemampuan bayar, agar kebutuhan perangkat usaha tidak tertunda karena kendala biaya. Tunaiku dapat menjadi solusi keuangan digital tepercaya, mulai dari kebutuhan perangkat baru hingga kebutuhan mendesak lainnya. (Z-10)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *