
PERUM Bulog bersama Komisi IV DPR menginspeksi mendadak (sidak) Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Jakarta, untuk memastikan secara langsung kondisi ketersediaan, pasokan, kualitas, dan harga beras di salah satu barometer perdagangan beras terbesar nasional itu. Hasil pemantauan menunjukkan stok beras tersedia dalam jumlah melimpah, arus pasokan berjalan lancar, serta harga di tingkat pasar terpantau terkendali dengan beragam pilihan kualitas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi kesinambungan pasokan beras nasional. Dari pengecekan langsung ke sejumlah kios dan gudang pedagang, stok beras terlihat tersedia dalam jumlah memadai dengan perputaran yang baik. Pasokan beras juga terus mengalir dari berbagai sentra produksi, antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Dalam menjaga kesinambungan pasokan tersebut, Perum Bulog terus memperkuat perannya dalam memenuhi kebutuhan beras medium maupun premium di berbagai kanal distribusi lainnya. Perum Bulog bersama pelaku usaha swasta berkomitmen seoptimal mungkin menjaga suplai agar kebutuhan pasar tetap terpenuhi secara berkelanjutan.
Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi mengatakan hasil pemantauan langsung menunjukkan ketersediaan beras di PIBC berada dalam kondisi baik. Berdasarkan dialog dengan para pemilik kios, pasokan beras disebut berjalan lancar dan tersedia dari berbagai daerah produksi.
“Kita lihat stoknya tersedia, bahkan di belakang kios-kios ini gudangnya mempunyai stok yang banyak bahkan kita sudah tidak impor lagi. Kita sampaikan terima kepada Bulog dengan kerja kerasnya dapat menjaga ketersediaan stok dan harga di seluruh indonesia. Selain itu, kita berbicara dengan pemilik kios harganya pun baik, tidak tinggi sesuai dengan kualitasnya, ada harga ada barangnya,” ujar Siti dikutip Jumat (2/10).
Ia menekankan Pentingnya menjaga keberlanjutan produksi dalam negeri sekaligus memastikan distribusi berjalan efektif dari produsen hingga konsumen. Kondisi ketersediaan saat ini menunjukkan bahwa kebutuhan beras dapat ditopang oleh produksi nasional, semuanya sudah diproduksi dalam negeri.
“Dengan produksi yang semakin baik, kita berharap petaninya juga semakin maju dan semakin sejahtera. Stok yang kuat perlu diikuti distribusi yang efisien agar kualitas dan keterjangkauan harga tetap terjaga sampai di tingkat konsumen,” ujar Siti.
Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa secara nasional stok beras yang dikelola Perum Bulog saat ini berada di kisaran 4,8 juta ton, mencakup stok untuk menjalankan berbagai penugasan pemerintah serta kebutuhan beras komersial. Kekuatan stok tersebut menjadi fondasi penting bagi Perum Blg untuk menjaga kesinambungan pasokan sekaligus merespons kebutuhan beras medium maupun premium di pasar.
Dengan ketersediaan tersebut, Perum Bulog siap menjalankan penugasan pemerintah sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat dapat terus dipenuhi.
“Bulog tidak hanya berfokus pada besarnya stok, tetapi juga memastikan beras dapat bergerak dari hulu hingga hilir secara cepat dan tepat. Sinergi dengan produsen, penggilingan, pelaku usaha swasta, pedagang, serta jaringan distribusi terus diperkuat agar pasokan di Pasar, retail modern hingga ke masyarakat tetap terjaga. Kekuatan stok harus diikuti dengan distribusi yang efektif sehingga beras dapat tersedia dalam pilihan medium maupun premium, berkualitas baik, serta dapat dijangkau masyarakat sesuai kebutuhannya,” kata Rizal.
Ke depan, Perum Bulog bersama pemerintah, Komisi IV DPR, Badan Pangan Nasional, Satgas Pangan Polri, pelaku usaha dan seluruh pemangku kepentingan akan terus memperkuat pengawasan serta koordinasi untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga beras hingga ke seluruh pelosok Indonesia. (Fal/E-1)
