Tuesday, October 6

Demo Buruh Hari Ini di Gedung DPR Polda Metro Jaya Terjunkan 11.261 Personel


ilustrasi(MI/Adam Dwi)

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Metro Jaya menyiagakan sebanyak 13.316 personel gabungan untuk mengamankan aksi unjuk rasa atau penyampaian pendapat oleh elemen buruh di kawasan Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat, Selasa (6/10).

Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya, Brigjen Pol. La Ode Aries El Fathar, merinci bahwa pengamanan tersebut terdiri atas ribuan personel pengamanan terbuka dan tertutup di lokasi, serta 2.055 personel Polisi Lalu Lintas yang dikerahkan khusus untuk mengatur kelancaran arus kendaraan di sekitar kawasan parlemen.

“Pengamanan tersebut dilakukan dengan mengedepankan pendekatan yang humanis, dialogis, dan terukur,” ujar La Ode dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (6/10).

Ia menegaskan bahwa penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional warga negara yang wajib dihormati dan dilindungi. Oleh karena itu, kehadiran kepolisian bertujuan untuk memastikan aksi berjalan tertib sekaligus menjaga ketenteraman umum.

“Tugas kita adalah melayani dan memastikan penyampaian aspirasi berjalan aman dan tertib, sementara aktivitas masyarakat lainnya tetap dapat berlangsung dengan baik,” tambahnya.

Dalam pengamanan aksi hari ini, La Ode memberikan instruksi khusus kepada seluruh jajaran yang bertugas di lapangan agar senantiasa menjaga pengendalian diri, menghindari segala bentuk provokasi, serta terus membangun koordinasi yang baik dengan koordinator lapangan dari pihak massa aksi.

Tidak hanya itu, pimpinan Polda Metro Jaya juga mengeluarkan larangan tegas bagi seluruh anggota yang bertugas. “Seluruh anggota yang bertugas juga dilarang keras membawa maupun menggunakan senjata api dan senjata tajam,” tegas La Ode.

Rekayasa Lalu Lintas Bersifat Dinamis

Terkait mobilitas kendaraan di sekitar lokasi, pihak kepolisian memberlakukan pengaturan dan rekayasa arus lalu lintas secara situasional. Kebijakan buka-tutup jalur di Jalan Gatot Subroto serta ruas-ruas jalan di sekitar Kompleks Parlemen diterapkan secara dinamis mengikuti tingkat kepadatan dan perkembangan situasi di lapangan.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, menambahkan bahwa pengawalan ketat ini dilakukan sebagai wujud komitmen Polri dalam menjaga ruang demokrasi yang sehat di tengah masyarakat.

“Polri hadir untuk menjaga ruang demokrasi agar masyarakat dapat menyampaikan pendapat dengan aman dan tertib. Pada saat yang sama, hak masyarakat lainnya untuk beraktivitas juga harus tetap terjaga. Mari bersama-sama menjaga ketertiban, saling menghormati, dan mengutamakan keselamatan,” pungkas Budi.

(P-4)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *