
TENTARA Yaman mengeklaim sekitar 100 pejuang Houthi tewas dan lima drone berhasil ditembak jatuh dalam operasi militer yang berlangsung di Provinsi Taiz, wilayah barat daya Yaman, pada Senin (5/10). Komando Militer Taiz dalam sebuah pernyataan mengatakan pasukan pemerintah melancarkan serangkaian serangan di sejumlah front sebagai bagian dari operasi militer Fajar Yaman.
Menurut pernyataan tersebut, terdapat lima operasi yang dilakukan pada Senin (5/10). Serangan menyasar front Al-Arbaeen di utara Kota Taiz, Al-Aqroudh di bagian selatan, Al-Anin dan Jabal Habashi di wilayah barat, serta Al-Bireen yang berada di sekitar front Al-Kadha.
Pihak militer Yaman menyebut sekitar 100 pejuang Houthi tewas dan 150 lainnya mengalami luka-luka dalam operasi tersebut. Selain itu, lima drone berhasil ditembak jatuh, sementara enam kendaraan militer dan satu tank dilaporkan hancur atau mengalami kerusakan.
Pasukan pemerintah juga diklaim berhasil merebut kembali sejumlah lokasi strategis di selatan Taiz, yakni Jabal al-Manzara, al-Asharif, dan Dhiban, dari kendali Houthi.
Operasi Fajar Yaman
Sehari sebelumnya, Ketua Dewan Kepemimpinan Kepresidenan Yaman, Rashad al-Alimi, mengumumkan dimulainya operasi militer Fajar Yaman. Al-Alimi mengatakan operasi tersebut bertujuan memulihkan lembaga-lembaga negara, merebut kembali ibu kota Sanaa, serta mengakhiri kendali Houthi atas wilayah-wilayah yang mereka kuasai.
Pada Senin (5/10), pasukan pemerintah juga mengumumkan keberhasilan merebut kembali kota pelabuhan Mokha di pesisir Laut Merah serta sejumlah wilayah strategis di sekitar Selat Bab el-Mandeb dari Houthi.
Namun, klaim tersebut dibantah oleh kelompok Houthi. Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menolak laporan pemerintah mengenai kemajuan pasukan di medan perang dan menyatakan kelompoknya masih menguasai posisi-posisi mereka.
Saree juga mengklaim pasukan Houthi telah melancarkan puluhan serangan terhadap apa yang disebutnya sebagai pasukan Saudi di Provinsi Al-Jawf dan Marib, serta di wilayah Ras al-Ara dan Al-Suqiya.
Menurut Saree, serangan tersebut menyebabkan lebih dari 200 pejuang lawan tewas atau terluka. Arab Saudi dan koalisi yang dipimpin Riyadh belum memberikan tanggapan langsung terhadap klaim tersebut.
Konflik Yaman Kembali Memanas
Pertempuran antara pasukan pemerintah dan Houthi kembali meningkat sejak Juli. Eskalasi tersebut menjadi salah satu pertempuran paling intens sejak situasi relatif tenang setelah gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan mulai berlaku pada April 2022.
Konflik kemudian semakin meningkat pada September setelah Houthi merebut sejumlah wilayah penting di Provinsi Al-Hudaydah dan Taiz. Wilayah yang disebut terdampak termasuk kota strategis Mokha dan Pulau Mayyun yang berada di kawasan Selat Bab el-Mandeb.
Perang di Yaman telah berlangsung sejak Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sejumlah provinsi pada September 2014.
Perkembangan tersebut kemudian mendorong koalisi yang dipimpin Arab Saudi melakukan intervensi militer pada Maret 2015 untuk mendukung pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional. (Anadolu/Fer/P-3)
