
ATLET bulu tangkis muda Indonesia, Mohammad Zaki Ubaidillah, menunjukkan sikap bijak dalam mengelola bonus atas prestasinya. Atlet yang akrab disapa Ubed ini memilih memanfaatkan sebagian hasil apresiasi dan hadiah pertandingan untuk membangun gelanggang olahraga (GOR) di kampung halamannya, Sampang, Madura.
Ubed menegaskan bahwa berbagai apresiasi yang diterimanya tidak menjadi beban atau tekanan baginya. Ia memilih untuk mengalokasikan dana tersebut untuk keluarga dan investasi masa depan.
“Kalau buat saya sih tidak (menjadi tekanan). Mungkin kalau dapat apresiasi atau prize money seperti itu, saya kadang kasih ke orang tua. Saya juga bikin GOR di rumah, buat investasi juga,” ujar Ubed saat ditemui di Pelatnas PP PBSI Cipayung, Jakarta, Rabu (7/10).
Ubed merupakan salah satu pahlawan tim beregu putra Indonesia yang berhasil meraih medali emas pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Perannya sangat krusial, terutama pada laga final di mana ia tampil di partai kelima sebagai penentu kemenangan Indonesia setelah tim sempat tertinggal 0-2.
Ia mengakui sempat merasakan ketegangan luar biasa sebelum turun ke lapangan. Untuk menenangkan diri, ia memilih menghubungi orang tuanya guna memohon doa restu.
“Saya sempat tegang juga. Saya sempat menelepon orang tua sebelum main, di bench, untuk meminta doa. Alhamdulillah bisa bermain dengan lancar, tanpa cedera juga, dan bisa meraih kemenangan di partai penentuan,” kenangnya.
Rincian Apresiasi PBSI
Atas prestasi gemilang di Aichi-Nagoya, PP PBSI memberikan total apresiasi sebesar Rp4,5 miliar untuk para atlet yang membawa pulang dua emas, satu perak, dan tiga perunggu. Khusus untuk tim beregu putra, PBSI mengucurkan bonus sebesar Rp2 miliar yang dibagikan kepada seluruh anggota tim.
Selain sektor beregu, beberapa atlet lain yang menerima apresiasi antara lain:
- Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin: Rp1 miliar (Emas ganda putra).
- Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah: Rp500 juta (Perak ganda campuran).
- Tim Beregu Putri: Rp500 juta (Perunggu).
- Alwi Farhan: Rp250 juta (Perunggu tunggal putra).
- Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri: Rp250 juta (Perunggu ganda putra).
Fokus Pengembangan Diri
Meski sukses di penampilan perdananya pada pesta olahraga terbesar di Asia tersebut, Ubed tidak ingin cepat puas. Ia menyadari bahwa statusnya sebagai pemain muda berarti perjalanan kariernya masih sangat panjang.
“Ke depannya masih banyak yang harus saya perbaiki dan saya tambah lagi. Masih banyak pertandingan yang harus diikuti dan dipelajari,” pungkasnya. (Ant/H-3)
