Friday, October 9

Kebakaran Pasar Andir Garut 328 Kios dan Lapak PKL Hangus


Kebakaran Pasar Andir, Desa Mulyasari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, bertambah menjadi 328 kios hingga lapak pedagang kaki lima (PKL) di blok A, B, C serta blok Mawar hangus terbakar.(Humas Polres Garut)

KEBAKARAN hebat yang melanda Pasar Andir di Desa Mulyasari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengakibatkan kerugian besar. Berdasarkan data terbaru, jumlah tempat usaha yang hangus terbakar mencapai 328 unit, terdiri dari kios permanen hingga lapak pedagang kaki lima (PKL).

Kapolsek Bayongbong, Iptu Mahmudi, mengonfirmasi bahwa kobaran api melahap bangunan di Blok A, B, C, serta Blok Mawar. Meski api sempat berkobar hebat, petugas memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang diduga dipicu oleh arus pendek listrik tersebut.

“Kebakaran Pasar Andir yang terjadi kemarin mengakibatkan 328 kios dan lapak PKL hangus. Tidak ada korban jiwa, tetapi pemilik kios maupun pedagang mengalami kerugian materiil yang cukup besar,” ujar Mahmudi, Jumat (9/10/2026).

Upaya pemadaman melibatkan sedikitnya 10 mobil pemadam kebakaran (Damkar) hingga api sepenuhnya berhasil dikendalikan. Sejak kemarin, petugas melakukan proses pendinginan di lokasi untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.

Rincian Kerusakan dan Kerugian

Berdasarkan laporan dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar, rincian unit yang terbakar meliputi:

  • Blok A: 113 unit
  • Blok B: 48 unit
  • Blok C: 180 unit
  • Lapak PKL: 25 unit

Total keseluruhan mencapai 328 tempat usaha. Iptu Mahmudi menambahkan bahwa tim Identifikasi (Inafis) Polres Garut melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

Terkait nilai kerugian, pihak kepolisian dan pemerintah daerah masih melakukan penghitungan secara rinci. Mengingat komoditas yang dijual sangat beragam–mulai dari sembako, ikan asin, sayuran, kelontongan, hingga plastik–kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Rencana Relokasi Pedagang

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Energi Sumber Daya Mineral Kabupaten Garut, Ridwan Efendi, menyatakan keprihatinannya atas musibah ini. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan segera mengambil langkah cepat untuk membantu para pedagang terdampak.

“Pascakebakaran ini, pemerintah daerah akan melakukan upaya relokasi di lokasi tersebut supaya mereka bisa berjualan kembali. Usaha ini sangat penting bagi ekonomi keluarga para pedagang, sehingga mereka harus tetap bisa berjualan,” pungkas Ridwan.

Pantauan di lokasi menunjukkan banyak pedagang yang mendatangi sisa-sisa bangunan mereka. Sebagian berusaha mencari barang dagangan atau perlengkapan usaha yang masih bisa diselamatkan di tengah puing-puing yang telah hangus terbakar. (I-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *