Sunday, October 11

Bos McLaren Meradang Usai Benturan Norris dan Piastri di F1 GP Singapura


Andrea Stella tegaskan benturan Lando Norris dan Oscar Piastri di Sprint GP Singapura tidak dapat diterima dan sangat merugikan tim McLaren.(Formula 1)

BOS tim McLaren, Andrea Stella, tidak dapat menyembunyikan rasa kecewanya atas insiden tabrakan yang melibatkan dua pembalapnya, Lando Norris dan Oscar Piastri, dalam sesi Sprint GP Singapura. Stella secara tegas menyebut kejadian tersebut sebagai situasi yang “sangat serius” dan “tidak dapat diterima.”

Dalam wawancara awal dengan Sky Sports F1, Stella menekankan bahwa kepentingan tim berada di atas segalanya. Meski kerap dikenal optimistis dalam menilai kegagalan sebagai bahan evaluasi, pelatih asal Italia itu menegaskan benturan antarrekan setim ini membawa dampak negatif yang nyata bagi tim asal Woking tersebut.

“Saya bekerja dengan para pembalap papan atas selama bertahun-tahun sehingga saya tahu bahwa selalu ada tingkat ketidakpastian pada diri pembalap,” kata Stella saat menemui awak media pada Minggu dini hari di Singapura.

“Saya, jika ada, merasa kecewa. Kecewa sebagai Team Principal atas situasi yang sama sekali tidak dapat diterima, karena hal itu menyebabkan kerugian materiil bagi tim. Setiap anggota tim tahu bahwa kepentingan tim berada di atas kepentingan pribadi,” lanjutnya.

Merugikan Posisinya di Klasemen Konstruktor

Insiden tersebut membuat McLaren kehilangan delapan poin krusial. Padahal, McLaren tengah bersaing ketat untuk merebut posisi kedua klasemen konstruktor dari tangan Ferrari, sekaligus mempertahankan keunggulan tipis sembilan poin dari kejaran Red Bull Racing di posisi ketiga.

“Ini serius. Ini serius karena kerugian bagi tim itu nyata, dan kami berada dalam persaingan ketat di kejuaraan. Kami memiliki ambisi untuk menantang Ferrari, dan ini menjadi masalah dalam perebutan posisi kedua,” tegas Stella.

“Kami juga berambisi untuk finis di depan Red Bull, dan ini masalah untuk finis di depan Red Bull. Ini juga serius karena kami telah berefleksi bersama selama beberapa musim tentang bagaimana menjaga kepentingan tim,” tambahnya.

Mengenai penilaian pengawas balapan (stewards) FIA yang memutuskan tidak ada pembalap yang sepenuhnya bersalah, Stella mengaku tidak fokus pada pencarian siapa yang salah atau penyesalan antar-pembalap.

“Jujur saja, soal permintaan maaf atau kesalahan satu pembalap… itu bukan perspektif yang saya miliki, dan bukan perspektif yang saya inginkan dari para pembalap. Saya ingin para pembalap mengambil perspektif dan refleksi tentang bagaimana bersama-sama kita mengejar, melindungi, dan mempromosikan kepentingan tim,” jelasnya.

Diskusi Lanjutan Usai Balapan

Stella mengonfirmasi diskusi awal telah dilakukan secara singkat sebelum sesi kualifikasi utama. Namun, pembahasan mendalam baru akan dilakukan setelah seluruh rangkaian akhir pekan balapan di Sirkuit Marina Bay selesai.

Ia tetap menaruh kepercayaan penuh kepada Norris dan Piastri untuk mengambil pelajaran berharga dari insiden tersebut tanpa harus selalu ditekan oleh manajemen tim.

“Saya mengenal kedua pembalap dengan baik. Mereka adalah dua manusia yang luar biasa. Di sini adalah bisnis, dan sebagai sebuah bisnis, saya ingin tahu bagaimana kita bekerja sama untuk memastikan hal ini tidak terjadi lagi,” pungkas Stella. (Formula 1/Z-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *