Monday, October 12

Kerap Diterjang Banjir, Pemko Padang dan BWS Sumatra V Kebut Rehabilitasi Sungai


Ilustrasi(Dok BPBD Kota Padang)

MERESPONS siklus banjir yang kerap melumpuhkan sejumlah kawasan permukiman, Pemerintah Kota Padang bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra V bergerak cepat mematangkan skema percepatan penanganan dan rehabilitasi sungai. Langkah strategis ini dinilai sangat mendesak guna memitigasi ancaman bencana hidrometeorologi yang terus membayangi warga kota.

Urgensi penanganan tersebut menjadi fokus utama dalam pertemuan Wali Kota Padang, Fadly Amran, dengan Plt Kepala BWS Sumatra V Padang, Reski Wahyudi, di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota, Minggu (11/10). Turut hadir dalam konsolidasi tersebut Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Kepala Dinas Kominfo Tommy TRD, dan Kepala Dinas PUPR Malvi Hendri.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, secara tegas mendorong percepatan pemulihan alur sungai yang rusak parah agar masyarakat kembali merasa aman. Untuk merealisasikan hal itu, Pemko Padang menyatakan komitmen penuhnya dalam mengurai kendala di lapangan.

“Kami siap mendukung penuh proses ini, mulai dari penyelesaian pembebasan lahan, relokasi warga terdampak secara humanis, hingga pelibatan pihak swasta untuk mempercepat pengerukan sedimentasi sungai secara menyeluruh,” tegas Fadly. 

Ia meyakini kolaborasi erat bersama BWS Sumatra V adalah kunci untuk memutus mata rantai banjir berulang di Padang.

Menyambut dukungan tersebut, Plt Kepala BWS Sumatra V Padang, Reski Wahyudi, menargetkan pekerjaan fisik rehabilitasi dan rekonstruksi skala besar sudah bisa dieksekusi pada bulan November 2026. Penanganan ini dirancang secara komprehensif, tidak sekadar mengeruk lumpur, tetapi juga membangun struktur pengendali banjir yang kuat seperti check dam dan sabo dam.

“Pekerjaan fisik nanti akan difokuskan pada titik-titik krusial, di antaranya Sungai Batang Kuranji, Sungai Air Dingin, serta beberapa anak sungai penyangga,” jelas Reski. 

Ia sangat mengapresiasi dukungan Pemko Padang terkait lahan dan sosial, seraya menekankan bahwa sinkronisasi perencanaan teknis yang matang sangat dibutuhkan agar seluruh pembangunan infrastruktur pengendali banjir ini berjalan lancar dan tepat waktu. (E-4)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *