Wednesday, October 14

Karhutla Membuat Langit Palangkaraya Diselimuti Kabut Asap Pekat


Asap pekat menyelimuti udara Palangkaraya akibat karhutla(Tangkapan layar Metro TV)

KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah membuat langit terlihat  berwarna oranye akibat kabut asap. Hal ini membuat  kualitas udara masuk kategori sangat berbahaya. 

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Indeks Kualitas Udara di wilayah tersebut menembus angka 2.052, yang menandakan tingkat polusi udara sangat berbahaya.

Adapun total luas hutan dan lahan yang terbakar di Kota Palangka Raya telah mencapai 1.444 hektare. Selain itu, terdeteksi sebanyak 548 titik panas (hotspot) di Kota Palangka Raya, sementara untuk wilayah Provinsi Kalimantan Tengah secara keseluruhan terdapat 11.166 titik panas. 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sejak Juni hingga 13 Oktober 2026, telah terjadi 887 kali peristiwa karhutla di Palangka Raya.

 

Pekatnya paparan asap mengancam kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia (lansia). Salah seorang warga Palangka Raya, Nono mengungkapkan dampak langsung dari pekatnya kabut asap terhadap kesehatan keluarganya.

“Yang kita rasakan pasti sesak. Kita kayak susah mencari udara yang sehat, juga dampak untuk anak-anak kita yang masih kecil itu sangat-sangat berpengaruh. Begitu juga para lansia, orang tua saya sendiri juga sudah terkena dampak,” tutur Nono dalam tayangan Breaking News Metro TV, Rabu (14/10).

 



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *