Wednesday, October 14

Lapak Narkoba Kampung Ambon Terbakar, Polisi Dalami Dugaan Aksi Balasan Bandar


Ilustrasi peredaran narkoba.(MI)

AREA lapak liar bekas tempat penyalahgunaan narkoba di Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat yang sebelumnya ditertibkan petugas gabungan kini ludes terbakar pada Rabu (14/10) malam. Polisi mendalami dugaan adanya unsur kesengajaan sebagai bentuk perlawanan dari para bandar narkoba.

“Kita masih lakukan proses penyelidikan, apakah ini sengaja dibakar sebagai wujud perlawanan bandar narkoba terhadap peristiwa penggerebekan dan penangkapan yang kita lakukan, atau memang terbakar,” ujar Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi kepada wartawan di Jakarta, Rabu.

Hingga kini, pihaknya masih menyelidiki penyebab terbakarnya sisa-sisa bangunan lapak narkoba tersebut. Nasriadi menegaskan, jika pembakaran ini terbukti merupakan ulah dari jaringan atau bandar narkoba yang terusik oleh tindakan tegas kepolisian, pihak Polres Metro Jakarta Barat tidak akan tinggal diam dan akan memburu para pelaku.

“Kalaupun itu merupakan ulah dari jaringan narkoba atau bandar narkoba yang terusik bisnisnya, kita akan cari dan kejar mereka sampai ke akar-akarnya,” tegas Nasriadi.

Ia menuturkan, kepolisian tidak akan pernah tunduk maupun takut terhadap intimidasi dari para pelaku kejahatan narkotika.

“Polisi dalam hal ini tidak takut dengan bandar narkoba. Kita akan terus melakukan pemberantasan narkoba sesuai petunjuk dan perintah Bapak Kapolri serta Bapak Kapolda Metro Jaya,” tuturnya.

Sebanyak tiga orang terluka dalam aksi penembakan dan penikaman di kawasan Jalan Tanggul Timur, seberang Kompleks Permata (Kampung Ambon), Cengkareng, Jakarta Barat pada Rabu sore.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi mengatakan, sekitar pukul 16.00 WIB, tiga orang awalnya tengah bersantai di bantaran kali, lalu tiba-tiba didatangi lalu diserang oleh beberapa orang tak dikenal.

“Korban tiga orang. Kronologisnya adalah ketika korban tiga orang sedang bersantai di pinggir kali menikmati sore hari, tiba-tiba datang kendaraan, setelah itu turun beberapa orang langsung melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam dan menggunakan senjata api,” kata Nasriadi kepada wartaan di Jakarta, Rabu.

Nasriadi mengatakan, insiden itu terjadi pasca penghancuran total lapak-lapak narkoba di kawasan Kampung Ambon yang dilakukan pada Selasa (13/10).

“Tepatnya di wilayah Cengkareng, berhadapan dengan Kampung Ambon atau Kompleks Permata, yang kemarin kita lakukan penggerebekan, kita lakukan pemusnahan barang bukti, dan kita melakukan penghancuran lapak,” kata Nasriadi.

Dua dari ketiga korban, kata Nasriadi, mengalami luka sayatan senjata tajam, masing-masing pada bagian punggung dan lengan. Sementara satu korban lain tertambak senjata api pada bagian telinga.

“Ketiga korban dalam keadaan saat ini telah kita bawa langsung ke rumah sakit dalam proses perawatan, dan korban dinyatakan sehat, sadar, bisa menyampaikan kronologis kejadian,” tutur Nasriadi.

Hingga kini, kepolisian masih memburu para pelaku sambil menyelidiki hubungan antara insiden penyerangan berdarah tersebut dengan pembongkaran lapak narkoba yang dilakukan kepolisian.

“Apakah ada hubungannya dengan peristiwa penggerebekan Kampung Ambon ini atau tidak ada, kita akan terus melakukan penyelidikan,” tutur Nasriadi. (Ant/P-3)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *