Friday, October 16

Wamenko Perekonomian Minta Investor Domestik Lakukan Perhitungan Saham Independen


Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian(MI/Naufal Zuhdi)

WAKIL Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Wamenko Perekonomian) Dradjad Hari Wibowo menyampaikan bahwa pemerintah akan tetap melakukan reformasi tata kelola pasar modal imbas indeks penyedia global MSCI yang mengusulkan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari yang sebelumnya Emerging Market (pasar berkembang) menjadi Standalone Market (pasar mandiri).

“Kita akan tetap melakukan reformasi di tata kelola pasar modal kita. Tapi satu hal yang ingin saya sampaikan kepada teman-teman investor domestik, ini tolong lakukan sendiri, hitung-hitungannya sendiri, bahwa MSCI itu punya reputasi tinggi, iya. Bahwa kita juga perlu memperhatikan apa yang mereka sampaikan, iya. Tapi satu yang ingin saya sampaikan, mereka tidak selalu benar,” kata Dradjad saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (16/10).

Oleh karenanya, Dradjad meminta para investor domestik untuk melakukan perhitungan saham secara mandiri dan tidak mengandalkan MSCI.

“Tolong teman-teman investor hitung sendiri. Anda lebih tahu mengenai pasar modal kita. Saya kasih contoh, kemarin di BPS kan saya mengatakan daya beli tidak melemah. Dan terbukti di kuartal ketiga ini diperkirakan pendapatan emiten-emiten konsumer itu akan naik. Naiknya hampir 6%. Kalau pendapatan emiten konsumer itu naik, artinya konsumsinya,” jelas dia.

Ia mencontohkan, salah satu analisis yang pernah dilakukan oleh Deutsche Börse menunjukkan indeks saham Jerman (DAX) mengalami kenaikan yang tinggi, akan tetapi dinilai negatif oleh MSCI.

 “Artinya apa? Artinya tidak semua yang dilakukan oleh MSCI itu menguntungkan bagi investor. Mungkin ada yang bilang itu kan Jerman. Tapi ya, sama, karena investor di Jermannya mereka juga berani melakukan hitung-hitungan sendiri sehingga mereka melihat potensi yang sebenarnya dari saham-saham yang ada di bursa Jerman, itu tahun 2025,” terangnya.

Maka dari itu, Dradjad berharap para investor, pelaku pasar modal, maupun broker di Indonesia agar lebih independen.

“Perkuat analisis kalian, perkuat model-model kalian. Saya tahu banyak jago-jago matematika kok di Indonesia. Kebetulan saya juga senang modeling. Bisa melakukan modeling sendiri, bisa ngitung return saham kita sendiri. Bisa tahu kekuatan kita sendiri,” pungkasnya. (E-4)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *