
PEMERINTAH Kota Bandung masih mengandalkan Bandara Husein Sastranegara untuk menggenjot sektor pariwisata, sehingga jumlah penerbangan yang dilayani diharapkan bisa bertambah.
Dengan adanya penambahan rute penerbangan dinilai bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Bandung. Untuk itu Pemkot Bandung terus menjalin komunikasi dengan PT Angkasa Pura II Bandung.
Penjabat Wali Kota Bandung Bambang Tirtoyuliono, Rabu (28/8) mengatakan, untuk saat ini pihaknya bersama Angkasa Pura II, sedang bersama-sama berupaya agar Bandara Husein Sastranegara bisa melayani beberapa jalur penerbangan.
Baca juga : Polban Angkat Pariwisata Berkelanjutan Ramah Lingkungan lewat Kompetisi Pariwisata Indonesia ke-14
“Jadi bisa saling melengkapi dengan BIJB Kertajati). Ini PR bersama,
kita gandengan tangan untuk bisa membuka akses itu,” ungkapnya.
Menurut Bambang, Bandara Husein Sastranegara menjadi penting karena Kota Bandung mengandalkan pariwisata dan jasa, sebagai sumber pendapatan karena dua sektor itu telah menjadi lokomotif pembangunan. Adanya sarana pendukung seperti keberadaan Bandara Husein Sastranegara tersebut dinilai sangat penting bagi Pemkot Bandung untuk meningkatkan hasil pajak dan pariwisata.
“Kota Bandung selain mengandalkan pendapatan dari hasil pajak, juga dari pariwisata, karena lokomotifnya jasa dan pariwisata,” lanjutnya.
Baca juga : Pendopo Kota Bandung Dibuka untuk Kunjungan Wisatawan
EGM Angkasa Pura ll Bandung, Indra Crisna Saputra menyatakan, salah satu pesawat yang beroperasi di Bandara Husein, yaitu jenis pesawat caravan dari Susi Air untuk penerbangan Halim Perdanakusuma-Husein Sastranegara dan Pangandaran.
“Saat ini yang beroperasi Susi Air. Itu salah satu tujuan untuk
destinasi di Bandung dan Pangandaran tujuan objek wisata. Penerbangan
dengan pesawat caravan setiap Senin dan Jumat,” terangnya.
Pihaknya juga masih terus menunggu maskapai lainnya untuk masuk ke Bandara Husein Sastranegara, seperti pesawat propeller. Adapun yang tiba dan pergi dari Bandara Husein Sastranegara yaitu pesawat private jet, dan tamu VIP non militer.
“Kita tunggu dinamika yang baru. Tapi secara keseluruhan Bandara Husein Sastranegara layak dan sesuai dengan regulasi dari Kementerian Perhubungan,” tuturnya.
