Monday, September 21

Kunjungan Emosional Raja Charles III dan Ratu Camilla di Ground Zero New York


Raja Charles III dan Ratu Camilla memberikan penghormatan bagi korban tragedi 11 September di New York. Simak momen haru dan misi literasi sang Ratu.(Royal Family)

DI bawah pengamanan super ketat, Raja Charles III dan Ratu Camilla melakukan kunjungan bersejarah ke Memorial 11 September di New York, Amerika Serikat. Momen khidmat ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan mereka, sekaligus kali pertama pasangan kerajaan tersebut menginjakkan kaki di lokasi yang memperingati tewasnya hampir 3.000 jiwa dalam serangan 25 tahun silam.

Di tengah sinar matahari New York, Raja dan Ratu meletakkan karangan bunga mawar putih di tepi kolam memorial yang ikonik. Sebuah catatan tulisan tangan yang menyertai karangan bunga tersebut berbunyi:

“Kami menghormati ingatan bagi mereka yang secara tragis kehilangan nyawa pada 11 September 2001. Kami berdiri dalam solidaritas abadi bersama rakyat Amerika dan di hadapan kehilangan mereka yang mendalam. Charles R, Camilla.”

Selama kunjungan tersebut, Raja Charles III dan Ratu Camilla berbincang dengan keluarga korban serta sejumlah petugas penyelamat pertama (first responders). Hadir pula dalam acara tersebut Wali Kota New York Zohran Mamdani dan mantan Wali Kota Michael Bloomberg.

Pentingnya peringatan 9/11 ini sebelumnya sempat disinggung Raja Charles dalam pidatonya di depan Kongres AS pada hari Selasa. Ia mengingatkan bagaimana anggota NATO bersatu membantu AS pasca-serangan tersebut sebagai bentuk penguatan dukungan internasional.

“Kekejaman ini adalah momen yang menentukan bagi Amerika, dan rasa sakit serta keterkejutan Anda dirasakan di seluruh dunia,” ujar sang Raja. Ia juga menambahkan bahwa “tekad pantang menyerah yang sama diperlukan untuk pertahanan Ukraina.”

Misi Literasi Ratu Camilla dan Hadiah untuk New York

Sementara itu, pada hari ketiga kunjungan, Ratu Camilla memfokuskan kegiatannya pada kampanye literasi di Perpustakaan Umum New York. Acara ini turut dihadiri oleh pesohor Hollywood Sarah Jessica Parker dan mantan editor Vogue, Anna Wintour.

Sebagai pengampanye literasi yang gigih, Ratu Camilla membacakan kisah Winnie-the-Pooh di hadapan sekelompok anak-anak. Namun, momen yang paling mencuri perhatian adalah saat sang Ratu menyerahkan hadiah spesial berupa boneka “Roo” (bayi kanguru).

Diketahui, Perpustakaan Umum New York telah memajang boneka asli yang menginspirasi cerita Winnie-the-Pooh sejak 1987, namun boneka Roo telah hilang sejak tahun 1930-an. Ratu Camilla membawa boneka pengganti yang dibuat oleh perusahaan yang sama dengan aslinya langsung dari Inggris.

CEO yayasan Queen’s Reading Room, Vicki Perrin, yang turut mendampingi, mengingatkan bahwa dunia saat ini sedang menghadapi “krisis membaca”. Ia menekankan bahwa literasi memiliki manfaat transformatif bagi kesehatan mental, kesehatan otak, dan kesehatan sosial.

Kunjungan ini diakhiri dengan tur singkat Ratu Camilla melihat koleksi perpustakaan yang merangkum 250 tahun sejarah literatur bersama antara Amerika Serikat dan Britania Raya. (BBC/Z-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *