Monday, September 21

Lamongan Segera Normalisasi Waduk untuk Pertahankan Swasembada Pangan


Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, mendampingi kunjungan Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Tin Latifah, di Embung Sumengko, Desa Tambakmenjangan, Kecamatan Sarirejo, Selasa (28/4/2026).(MI/M Yakub)

PEMERINTAH Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, terus berupaya memperkuat langkah antisipatif menghadapi potensi kekeringan akibat perubahan iklim. Pemkab juga berkomitmen akan segera menormalisasi waduk dan pelebaran saluran air. Hal tersebut disampaikan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, saat mendampingi kunjungan Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Tin Latifah, di Embung Sumengko, Desa Tambakmenjangan, Kecamatan Sarirejo, Selasa (28/4).

Menurut Bupati, tujuannya agar dapat difungsikan secara maksimal dalam mendukung pengairan lahan pertanian.

“Ini semua dilakukan untuk menjaga keberlanjutan produksi tanaman pangan hingga swasembada pangan,” kata Bupati Yuhronur.

Ia menjelaskan, melalui sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, diharapkan ketahanan pangan di Kabupaten Lamongan tetap terjaga di tengah tantangan perubahan iklim. Terutama, untuk mempertahankan posisi Lamongan sebagai lumbung pangan unggulan di Jawa Timur.

Bupati yang akrab disapa Pak Yes menambahkan, tahun ini menjadi momentum penting dalam menghadapi musim kemarau yang diprediksi cukup ekstrem. Pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan dituntut bergerak cepat dan terintegrasi. Hal ini agar produksi pangan tetap terjaga atau tetap mempertahankan swasembada pangan.

“Tahun ini penting kita hadapi kemarau yang ekstrem. Kita semua harus turun agar swasembada pangan tetap terselamatkan,” tandas Pak Yes.

Bupati juga mengungkapkan pemerintah pusat melalui koordinasi bersama gubernur dan Menteri Pertanian telah mengingatkan adanya potensi perubahan cuaca yang ditandai dengan hujan lebat. Tak terkecuali, kondisi panas ekstrem berkepanjangan. Kondisi tersebut menuntut kesiapsiagaan daerah dalam menjaga produktivitas pertanian.(YK/E-4) 



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *