
FILM Dilan ITB 1997 resmi dirilis pada 30 April 2026, mengisahkan perjalanan Dilan sebagai mahasiswa seni yang terjebak dalam pusaran politik menjelang Reformasi 1998 dan konflik asmara yang rumit. Karakter ikonik ciptaan Pidi Baiq ini kini tampil lebih dewasa dengan jajaran pemeran baru yang mengejutkan publik.
Sinopsis Film Dilan ITB 1997
Memasuki tahun 1997, Dilan (Ariel NOAH) telah meninggalkan jaket geng motornya dan kini menempuh studi di Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Teknologi Bandung (ITB).
Kehidupan Dilan yang tenang sebagai seniman lepas mulai terusik oleh memanasnya tensi politik di tanah air. Ia tidak lagi bertarung di jalanan sebagai panglima tempur, melainkan berjuang melalui gagasan dan pergerakan mahasiswa.
Hubungan asmaranya dengan Ancika (Niken Anjani) yang semula stabil mulai diuji. Masa lalu kembali mengetuk pintu saat Milea (Raline Shah) muncul kembali di Bandung dengan membawa kenangan yang belum sepenuhnya usai.
Di saat yang sama, kehadiran Hana (Della Dartyan), rekan aktivis kampus yang progresif, memberikan warna baru sekaligus dilema bagi perasaan Dilan.
Dilan kini dihadapkan pada tiga pilihan sulit, menjaga komitmennya pada Ancika, menyelesaikan urusan hati dengan Milea, atau mengikuti visi masa depan bersama Hana di tengah ancaman represif aparat menjelang peristiwa 1998.
Detail Produksi:
| Sutradara | Fajar Bustomi |
| Penulis Naskah | Pidi Baiq, Adhitya Mulya, Ninit Yunita |
| Durasi | 110 Menit |
| Produksi | Falcon Pictures |
Film ini menjanjikan narasi yang lebih berat dan serius dibandingkan pendahulunya, dengan tetap mempertahankan dialog khas “Ayah” Pidi Baiq yang puitis namun lugas.
Penonton akan diajak melihat bagaimana seorang Dilan bertransformasi dari remaja pemberontak menjadi pria dewasa yang harus mengambil keputusan besar di tengah sejarah penting bangsa Indonesia. (Z-10)
