
OBSERVATORIUM Neil Gehrels Swift milik NASA sedang berpacu dengan waktu. Teleskop yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2004 ini semakin mendekat ke arah Bumi dan diprediksi akan jatuh ke Bumi pada akhir 2026 ini.
Teleskop Swift yang digunakan untuk mencari semburan sinar gamma telah berputar di ruang angkasa dan bertabrakan dengan partikel-partikel yang tidak terhitung jumlahnya dari atmosfer planet. Setiap benturan inilah yang menjadi penyebab dari berkurangnya kecepatan teleskop tersebut dan semakin mendorongnya lebih dekat ke Bumi.
NASA sebenarnya dapat memilih untuk membiarkan Swift masuk kembali ke atmosfer Bumi, tetapi badan antariksa ini memilih untuk mengontrak Katalyst Space Technologies untuk meningkatkan Swift ke orbit yang lebih tinggi sekaligus merintis kemampuan baru dari teleskop tersebut.
Gunakan Roket Pegasus
Semenjak September 2025, NASA telah memilih perusahaan Katalyst Space Technologies untuk merancang misi penyelamatan teleskop Swift. Misi ini akan menggunakan roket Pegasus yang dirancang oleh Northrop Grumman sebagai wahana peluncur nantinya.
Roket tersebut dapat membawa muatan hingga 454 kilogram ke orbit rendah Bumi (LEO) dan telah berhasil menjalankan 40 misi. Bahkan, untuk menyelamatkan Swift, perusahaan Northrop Grumman telah menyiapkan perangkat keras roket untuk misi tersebut.
Misi ini nantinya akan diterbangkan menggunakan Pegasus XL, suatu versi roket yang diluncurkan dari udara dengan ukuran sedikit lebih panjang dan lebih besar. Roket ini diperkirakan diluncurkan pada Juni 2026.
Rencana Penyelamatan Teleskop Swift
Misi penyelamatan Swift akan dimulai ketika pesawat ruang angkasa Katalyst diluncurkan menuju orbit yang mirip dengan orbit Swift. Proses ini akan memakan waktu 2-3 minggu untuk mendekati teleskop dengan menggunakan wahana pendorong untuk memeriksa kondisi terkini dari Swift.
Setelah itu, robot penyelamat akan mendekat dan menangkap Swift menggunakan tiga lengan robotnya. Tahap ini akan menjadi tantangan karena observatorium NASA tidak dirancang untuk diservis, sementara Swift memiliki optik yang super sensitif, membuatnya tidak bisa diarahkan ke Matahari, Bumi, atau Bulan tanpa potensi kerusakan.
Pihak Katalyst telah bekerja sama dengan tim NASA dan Northrop Grumman untuk mencari cara terbaik dan teraman guna mengambil Swift. Apabila teleskop tersebut berhasil ditangkap, pesawat ruang angkasa Katalyst akan menarik Swift kembali ke ketinggian awalnya, yaitu sekitar 600 kilometer.
Keberhasilan misi ini akan menjadi peristiwa bersejarah yang menandai penangkapan pertama kalinya satelit pemerintah AS tanpa awak oleh pesawat ruang angkasa swasta. Misi ini juga dinilai akan menjadi cetak biru bagi misi penyelamatan observatorium luar angkasa di masa mendatang. (Asha Bening Rembulan/E-4)
