Wednesday, September 23

DPR Kolaborasi dengn BRIN Gelar Pelatihan AI untuk Pengembangan Produk UMKM di Brebes


Ilustrasi(Dok Istimewa)

KEBERADAAN Artificial Intelligence (AI) di tengah perekonomian global, merupakan hal yang niscaya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM.) Karenanya para pelaku UMKM perlu mendapatkan pelatihan penggunaan AI agar usaha mereka bisa tetap survival.

Hal itu disampaikan Anggota DPR RI Komisi X Abdul Fikri Fakih, di tengah pelatihan AI yang diikuti sekurangnya 100 pelaku UMKM. Bekerjasama antara Komisi X DPR RI dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional/BRIN, acara pelatihan digelar di Grand Dian Hotel Brebes, Minggu (3/5/2026).

Fikri Faqih menuturkan jika pelatihan AI bagi pelaku UMKM merupakan respons konkret terhadap kondisi ekonomi global yang belum stabil. Menurutnya, ketergantungan pada industri besar tidak bisa lagi menjadi satu-satunya tumpuan.

“Langkah paling realistis saat ini adalah memperkuat UMKM lokal. Tapi itu harus dilakukan secara bertahap, termasuk mendorong pelaku usaha agar tidak bergantung pada produk impor,” ujar Fikri Faqih.

Fikri menyebut pelatihan ini memang tidak secara langsung menyasar substitusi impor, melainkan fokus pada penguatan kapasitas pelaku usaha digital. Di era sekarang, digitalisasi menjadi kunci utama untuk bertahan dan berkembang.

“Melalui pemanfaatan AI dalam pemasaran digital, UMKM dapat menekan biaya promosi yang sebelumnya bergantung pada metode konvensional seperti banner atau iklan ruang publik,” terang Fikri Faqih. 

Anggota DPR RI dari Daerah Pelilihan/ Dapil IX Jawa Tengah ini, memaparkan jika teknologi seperti AI memungkinkan pelaku usaha menjangkau pasar yang lebih luas. Bahkan secara spesifik sesuai target konsumen.

“Namun demikian, tidak semua pelaku UMKM memiliki akses pengetahuan terhadap teknologi tersebut. Karena itu, kolaborasi dengan BRIN menjadi penting untuk menghadirkan pendampingan berkelanjutan,” jelas Fikri Faqih.

Menurut Fikri Faqih program pelatihan AI seperti ini tidak berhenti di sini. “Kami bersama BRIN akan terus melakukan pendampingan di berbagai daerah,” jelas politikus PKS seraya menambahkan transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. 

“Bagi pelaku UMKM Brebes, AI kini bukan sekadar istilah, tetapi peluang nyata untuk naik kelas dan bersaing di pasar yang semakin kompetitif,” tegas Fikri Faqih.

Tim Layanan Produksi BRIn, Haryanto menyoroti urgensi transformasi promosi bagi pelaku usaha yang selama ini masih menggunakan cara-cara konvensional. 

Haryanto juga mendorong agar pelaku usaha mulai memaksimalkan kanal digital secara lebih efisien untuk menekan biaya operasional.

“Proses promosi yang selama ini konvensional harus beralih ke online. Namun, memang ada biaya, waktu, dan tenaga yang harus dikeluarkan untuk bisa bersaing di platform besar,” ujar Haryanto.

Haryanto ingin di tengah persaingan bisnis yang semakin sengit, penggunaan alat bantu AI mampu menjadi alat bagi pelaku usaha lokal untuk naik kelas. “Sekaligus menjadi benteng pertahanan ekonomi di tengah badai kenaikan tarif marketplace dan tekanan ekonomi makro,” jelas Haryanto. (H-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *