
BAGIAN atas roket SpaceX Falcon diprediksi akan menabrak permukaan Bulan pada 5 Agustus 2026 pukul 02.44 EDT dan berpotensi menciptakan kawah baru. Astronom Bill Gray menyebut insiden ini sebagai peringatan serius atas meningkatnya polusi sampah antariksa yang mengancam misi ruang angkasa di masa depan.
Puing-puing roket milik perusahaan Elon Musk tersebut diperkirakan akan mencapai permukaan Bulan dengan cara yang tidak direncanakan. Prediksi ini disampaikan oleh Bill Gray, astronom sekaligus pencipta perangkat lunak Project Pluto, yang telah memantau lintasan objek tersebut sejak diluncurkan pada 15 Januari 2025.
Gray menjelaskan bahwa roket SpaceX Falcon telah mengorbit Bumi dengan jalur yang hampir serupa dengan orbit Bulan. Meskipun radiasi matahari dapat sedikit memengaruhi lintasan, ia memiliki keyakinan tinggi terhadap kalkulasi waktu benturan tersebut.
“Saat suatu objek berputar, objek tersebut mungkin menangkap lebih banyak atau lebih sedikit sinar matahari dan mungkin akan memantulkan sebagiannya ke samping. Jadi, sinar matahari sebagian besar mendorong objek menjauh dari Matahari, tetapi ada dorongan ke arah lain juga,” jelas Gray terkait faktor yang memengaruhi pergerakan puing di luar angkasa.
Meskipun benturan ini dipastikan tidak membahayakan manusia di Bumi, Gray menyoroti masalah etika dan lingkungan. Ia mengkritik pembuangan perangkat keras luar angkasa secara sembarangan yang kini mulai mencemari lingkungan Bulan yang masih murni.
Kejadian ini menjadi alarm bagi komunitas internasional mengingat orbit Bumi yang semakin padat. Penumpukan sampah antariksa dikhawatirkan akan mengganggu keselamatan misi-misi eksplorasi Bulan di masa mendatang serta merusak ekosistem antariksa akibat puing-puing yang tidak terkendali.
| Detail Prediksi | Informasi |
|---|---|
| Objek | Bagian atas roket SpaceX Falcon |
| Tanggal Peluncuran | 15 Januari 2025 |
| Estimasi Waktu Tabrakan | 5 Agustus 2026, 02.44 EDT |
| Dampak Fisik | Pembentukan kawah baru di Bulan |
(Z-10)
