Monday, September 21

Mengangkat Potensi Alpukat Siger Lewat Transformasi Koperasi


Kunjungan kerja Wakil Menteri Koperasi dan UKM RI, Farida Farichah, ke Koperasi Agro Mulyo Lestari di Desa Giri Mulyo, Lampung Timur, Senin (4/5/2026).(MI/HO)

PEMERTINTAH pusat terus memperkuat peran koperasi sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan melalui percepatan transformasi digital dan kemudahan akses pembiayaan. Langkah strategis ini ditegaskan dalam kunjungan kerja Wakil Menteri Koperasi dan UKM RI, Farida Farichah, ke Koperasi Agro Mulyo Lestari di Desa Giri Mulyo, Lampung Timur, Senin (4/5/2026).

Kunjungan tersebut bertujuan memastikan koperasi mampu mengelola komoditas unggulan daerah secara profesional agar memiliki daya saing kuat di pasar global. Farida menekankan bahwa koperasi tidak boleh lagi sekadar menjadi entitas administratif, melainkan harus merambah sektor produktif.

“Ini bukan hanya kunjungan formal. Kami hadir untuk memastikan koperasi benar-benar tumbuh, mandiri, dan mampu bersaing. Koperasi harus masuk ke sektor produksi, distribusi, bahkan industri,” ujar Farida Farichah saat meninjau potensi lokal di Lampung Timur.

Potensi Alpukat Siger dan Skala Produksi

Koperasi Agro Mulyo Lestari, yang berdiri sejak 2021, kini menjadi motor penggerak bagi 90 petani di Kecamatan Marga Sekampung. Fokus utamanya adalah pengembangan Alpukat Siger, varietas lokal unggulan yang dikenal karena tekstur pulen, kulit mengkilap, dan bobot yang lebih berat dibandingkan varietas biasa.

Berikut adalah profil dan kapasitas produksi Koperasi Agro Mulyo Lestari:










Indikator Detail Informasi
Komoditas Unggulan Alpukat Siger & Kakao
Luas Lahan Kelolaan 360 Hektare
Jumlah Anggota 90 Petani
Proyeksi Produksi 200 Ton per musim panen
Masa Panen Raya Maret dan September
Jangkauan Pasar Jabodetabek, Jawa, Sumatera, & Ritel Modern (Superindo)

Dukungan Pembiayaan dan Digitalisasi

Menjawab tantangan akses permodalan, pemerintah melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM telah menyiapkan skema khusus. Farida menjelaskan bahwa LPDB berperan sebagai “bank” bagi koperasi dengan tawaran bunga yang sangat kompetitif.

“Kami menyediakan pembiayaan berbunga rendah hanya tiga persen khusus bagi koperasi,” jelas Farida. Selain modal, Kementerian Koperasi dan UKM juga tengah membangun ekosistem digital melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk memodernisasi tata kelola ekonomi desa.

Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menyambut baik dukungan pusat tersebut. Ia berkomitmen untuk mensinergikan program daerah dengan pusat, terutama dalam hal pendampingan teknis dan peningkatan kapasitas SDM petani agar pengelolaan komoditas dilakukan secara terintegrasi.

Tantangan Lapangan dan Solusi Berkelanjutan

Meski menunjukkan tren positif, Ketua Koperasi Agro Mulyo Lestari, Suparno, mengungkapkan sejumlah kendala teknis yang masih dihadapi petani, mulai dari serangan hama, keterbatasan air saat kemarau, hingga kebutuhan armada pengiriman buah.

Merespons hal tersebut, Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menyatakan kesiapan pemerintah provinsi untuk memfasilitasi riset dan pengembangan. “Pemprov siap menggandeng kementerian, Bea Cukai, dan perguruan tinggi untuk mendukung riset serta pengembangan komoditas unggulan seperti alpukat ini agar standar kualitasnya tetap terjaga hingga ke pasar internasional,” pungkas Jihan. (Z-1)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *