
KABAR kurang sedap menghampiri kubu Persib Bandung menjelang duel sarat gengsi bertajuk El Clasico Indonesia melawan Persija Jakarta. Penyerang andalan Maung Bandung, Ramon Tanque, dipastikan absen dalam laga pekan ke-32 Super League 2025/2026 antara Persija vs Persib yang digelar di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5) pukul 15.30 WIB.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, mengonfirmasi bahwa pemain asal Brasil tersebut tidak dibawa dalam rombongan menuju Kalimantan Timur karena masalah kebugaran. Keputusan ini diambil untuk menghindari risiko cedera yang lebih parah di tengah jadwal kompetisi yang krusial.
“Ramon absen dari rombongan karena mengalami cedera. Dia merasa sedikit sakit setelah pertandingan terakhir, jadi kami tidak ingin mengambil risiko. Namun meski demikian, kami memastikan 22 pemain lain yang diboyong ke Samarinda dalam keadaan siap untuk bertanding,” ungkap Bojan Hodak.
Fokus Perburuan Gelar Juara
Pelatih asal Kroasia itu menekankan pentingnya kondisi fisik 100 persen bagi setiap pemain di fase akhir musim. Saat ini, Persib tengah berjuang di jalur juara dengan menyisakan tiga laga sisa. Bojan berharap Ramon bisa segera pulih untuk laga berikutnya melawan PSM Makassar.
“Pemain harus 100 persen bugar, bahkan siap untuk pertandingan berikutnya. Kecuali dia (Ramon), semua orang ada di sini dan mereka siap,” tegasnya.
Meski kehilangan Ramon, Bojan mengaku tidak risau. Persib masih memiliki kedalaman skuad di lini depan dengan kehadiran Andrew Jung, Uilliam Barros, serta penyerang asal Spanyol, Sergio Castel, yang tengah mengincar gol perdananya musim ini.
Federico Barba: Atmosfer Derby Tetap Sama
Senada dengan pelatih, bek asing Persib Federico Barba menegaskan timnya datang ke Samarinda dengan target tunggal: membawa pulang tiga poin. Baginya, bermain di tempat netral seperti Stadion Segiri tidak mengurangi tensi pertandingan.
“Atmosfer derby tetap sama di mana pun pertandingan dimainkan. Kami memperkirakan pertandingan yang sengit dan pastinya akan sulit,” tutur bek asal Italia tersebut.
Barba juga menanggapi soal minimnya jumlah pendukung Persija yang hadir di Samarinda dibandingkan jika laga digelar di Jakarta. Menurutnya, faktor stadion tidak memberikan keuntungan otomatis bagi salah satu tim dalam laga bertajuk derby.
“Saya pikir tidak ada keuntungan dalam pertandingan ini. Seperti derby lainnya, derby tidak mengenal keuntungan soal stadion. Mungkin justru lebih baik bermain di Jakarta demi para penggemar, karena sangat menyenangkan bermain di stadion yang penuh. Namun, kami di sini tetap berjuang untuk tiga poin,” pungkas Barba. (H-3)
