Friday, September 25

Kolaborasi Ekonomi Sirkular dan Energi Hijau Botol Plastik Ditukar Kupon BBG


ilustrasi(PGN)

Dalam rangka perayaan HUT ke-61, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menghadirkan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang menggabungkan kepedulian lingkungan dengan dukungan terhadap transportasi rendah emisi. Program tersebut dilakukan melalui penukaran botol plastik menjadi kupon pengisian Bahan Bakar Gas (BBG) bagi Komunitas Bajaj Gas (Komogas).

Melalui program ini, setiap botol plastik dihargai Rp400 dengan batas maksimal penukaran sebanyak 61 botol untuk setiap peserta. Sampah plastik yang terkumpul nantinya akan diolah kembali menjadi produk bernilai guna sebagai bagian dari penerapan konsep ekonomi sirkular.

Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan program tersebut bertujuan mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah plastik sekaligus mendukung penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan melalui BBG.

“Melalui program ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya peduli lingkungan sekaligus mendukung penggunaan energi yang lebih bersih,” ujar Fajriyah.

Ia menambahkan, program tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga menghadirkan dampak positif bagi lingkungan.

“Kami berharap program ini dapat menjadi langkah kecil yang menghadirkan dampak besar, baik dalam mengurangi sampah plastik maupun meningkatkan kesadaran masyarakat untuk beralih ke energi yang lebih ramah lingkungan,” ungkapnya.

Direktur Utama PGN Gagas Energi Indonesia Santiaji Gunawan, mengatakan persoalan sampah plastik saat ini menjadi tantangan bersama yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Ia menyoroti proyeksi Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang menyebut tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) di Indonesia berpotensi penuh pada 2030 apabila tidak diimbangi pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“Melalui program ini, kami ingin mendorong kesadaran bahwa sampah plastik tidak harus berakhir di TPAS, tetapi dapat diolah kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi,” ujar Santiaji.

Ia menjelaskan, penukaran botol plastik dilakukan di kantor pusat PGN. Seluruh sampah yang terkumpul akan dikelola bersama Kertabumi Recycling Centre sebelum diteruskan ke Bank Sampah Al-Bustaniyah untuk diolah kembali melalui metode Plastic Waste to Souvenir.

“Kami ingin memastikan bahwa sampah yang dikumpulkan benar-benar memiliki siklus pemanfaatan lanjutan sehingga tidak berakhir di tempat pembuangan akhir. Melalui kolaborasi dengan berbagai mitra pengelola sampah, botol plastik dapat diubah menjadi produk yang lebih bernilai seperti furniture dan paving block,” terangnya.

Sementara itu, Koordinator Komunitas Bajaj Gas (Kobagas), Muslikhudin, mengapresiasi program tersebut karena dinilai mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah plastik sekaligus mendukung penggunaan energi bersih.

“Program ini sangat positif karena mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan cara yang sederhana namun berdampak nyata. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan diperluas agar semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan sampah sekaligus mendukung penggunaan energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan,” tutupnya. (E-3)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *