Friday, September 25

BPBD Jawa Barat Siaga Hadapi Kemarau dan Kekeringan, kerugian capai Rp89 Triliun


Ilustrasi(Dok Metro TV)

ANCAMAN kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan di Jawa Barat berada pada kategori tinggi. Untuk itu, masyarakat diimbau untuk bersiaga menghadapi bencana akibat musim kemarau. 

“Potensi penduduk terdampak kekeringan di Jawa Barat diperkirakan mencapai lebih dari 49 juta jiwa. Potensi kerugian ekonomi akibat kemarau dan kekeringan diperhitungkan mencapai sekitar Rp89,37 triliun,” ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Teten Ali Mulku Engkun. 

Untuk mengantisipasi datangnya musim kemarau, BPBD Jawa Barat telah menggelar rapat koordinasi pada akhir pekan lalu. Rakor menghadirkan nara sumber Kepala Pusat Air Tanah Badan Geologi Agus Cahyono adi dn Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Barat Rakhmt Prasetya. 

Lebih jauh Teten menambahkan melalui rakor ini, BPBD Provinsi Jawa Barat menekankan pentingnya kesiapsiagaan daerah, dan penguatan koordinasi lintas sektor. Selain itu juga langkah mitigasi dan penanganan darurat yang cepat, terarah, terpadu, dan terkoordinasi.

Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Barat, Rakhmat Prasetya memaparkan prakiraan musim kemarau Tahun 2026 serta potensi fenomena El Nino yang diperkirakan memengaruhi penurunan curah hujan akan terjadi pada periode Juni hingga Agustus. 

Pada kesempatan yang sama, pakar lingkungn dari Badan Geologi Idham Effendi, menyampaikan kondisi ketersediaan air tanah di Jawa Barat. 

“Untuk menghadapi kemarau, ada beberapa langkah mitigasi yang dapat dilakukan, di antaranya pembangunan sarana penampungan air, konservasi sumber daya air, optimalisasi sumur pantau, serta penguatan kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Jawa Barat,” tandasnya.  (H-2)

 



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *