Wednesday, September 23

Mengenal Bandara El Tari Kupang, Pintu Gerbang Haji NTT


Bandara Internasional El Tari Kupang, NTT.(Dokumentasi Humas Angkasa Pura I Bandara El Tari Kupang)

Bandara Internasional El Tari Kupang kembali menjadi saksi bisu perjalanan spiritual ratusan warga Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebagai pintu gerbang udara utama di provinsi kepulauan ini, El Tari memegang peranan krusial dalam operasional haji, termasuk keberangkatan 310 jemaah haji yang dilepas menuju tanah suci melalui embarkasi antara. Keberadaan bandara ini bukan sekadar infrastruktur transportasi, melainkan simbol konektivitas dan pelayanan publik yang terus bertransformasi dari tahun ke tahun.

Sejarah dan Sosok di Balik Nama El Tari

Nama bandara ini diambil dari sosok Mayor Jenderal TNI (Purn.) El Tari, Gubernur Nusa Tenggara Timur kedua yang menjabat pada periode 1966–1978. Beliau dikenal sebagai pemimpin yang sangat dekat dengan rakyat dan berjasa besar dalam meletakkan dasar-dasar pembangunan di NTT. Sebelum dikenal sebagai El Tari, bandara ini merupakan pangkalan udara peninggalan zaman Belanda yang kemudian dikembangkan oleh pemerintah Indonesia.

Secara geografis, bandara ini terletak di Kecamatan Maulafa, Kota Kupang. Lokasinya yang strategis menjadikan El Tari sebagai hub utama yang menghubungkan pulau-pulau di NTT seperti Flores, Sumba, Alor, dan Rote, serta menjadi gerbang internasional menuju Timor Leste dan Australia.

Peran sebagai Embarkasi Antara Haji

Dalam konteks penyelenggaraan ibadah haji, Bandara El Tari berfungsi sebagai Embarkasi Antara. Artinya, jemaah haji asal NTT melakukan seluruh proses administrasi, pemeriksaan kesehatan, dan imigrasi di Kupang, sebelum diterbangkan menuju Embarkasi Utama (biasanya Embarkasi Surabaya/SUB) untuk berganti pesawat menuju Arab Saudi.

Pemberangkatan 310 jemaah haji merupakan momentum besar yang melibatkan koordinasi lintas sektoral, mulai dari PT Angkasa Pura I, Kantor Otoritas Bandara, Kementerian Agama, hingga pihak keamanan. Kesiapan landasan pacu (runway) sepanjang 2.500 meter memastikan pesawat berbadan lebar atau tipe Boeing 737 series dapat beroperasi dengan aman untuk mengangkut jemaah.

Fasilitas dan Pelayanan Unggulan

Untuk mendukung kenyamanan jemaah haji yang mayoritas terdiri dari lansia, Bandara El Tari telah melakukan berbagai peningkatan fasilitas:

  • Ruang Tunggu Khusus: Area sterilisasi yang nyaman untuk proses pelepasan jemaah.
  • Aksesibilitas: Penyediaan kursi roda, lift, dan ramp khusus untuk jemaah disabilitas dan lansia.
  • Manajemen Bagasi: Sistem penanganan bagasi yang terintegrasi untuk memastikan koper jemaah aman hingga ke embarkasi utama.
  • Layanan Kesehatan: Posko kesehatan 24 jam yang disiagakan selama musim haji.

Dampak Ekonomi dan Sosial

Keberadaan Bandara El Tari yang representatif memberikan dampak berganda (multiplier effect) bagi masyarakat Kupang. Selain memudahkan mobilitas jemaah haji, bandara ini mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan logistik. Penggunaan rupiah dalam seluruh transaksi di area bandara juga memperkuat ekonomi lokal, mulai dari gerai UMKM hingga layanan transportasi darat.

Checklist Persiapan Jemaah di Bandara El Tari








Kategori Hal yang Harus Diperhatikan
Dokumen Pastikan SPMA dan paspor sudah dalam genggaman petugas/koordinator.
Barang Bawaan Hindari membawa cairan lebih dari 100ml ke dalam kabin dan benda tajam.
Kesehatan Simpan obat-obatan pribadi di tas kecil yang mudah dijangkau.
Identitas Selalu kenakan gelang identitas haji yang diberikan pemerintah.

Kesimpulan

Bandara El Tari Kupang terus membuktikan kapasitasnya sebagai infrastruktur vital di Indonesia Timur. Keberhasilan memberangkatkan 310 jemaah haji dengan lancar adalah bukti sinergi yang baik antarinstansi. Dengan rencana pengembangan jangka panjang, diharapkan El Tari dapat segera menjadi embarkasi penuh, sehingga jemaah asal NTT dapat langsung terbang ke Arab Saudi tanpa harus transit di kota lain.



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *