Wednesday, September 23

Pergeseran Makna Hidup Nyaman Milenial dan Gen Z Lebih Pilih Fleksibilitas Ketimbang Aset Fisik


Ilustrasi(magnific)

DEFINISI kenyamanan hidup mengalami pergeseran fundamental di mata generasi muda saat ini. Sosiolog dari Universitas Indonesia, Imam Prasodjo, mengungkapkan bahwa generasi Milenial dan Gen Z memiliki standar hidup nyaman yang sangat berbeda dibandingkan dengan generasi pendahulunya.

Menurut Imam, jika generasi terdahulu mengukur kesuksesan dan kenyamanan melalui kepemilikan aset fisik yang statis, anak muda zaman sekarang justru lebih menghargai fleksibilitas dan mobilitas.

“Kalau generasi dulu ukuran nyaman itu rumah besar, tanah, mobil. Kalau generasi sekarang lebih ke fleksibilitas hidupnya,” ujar Imam, dikutip, Jumat(15/5).

Prioritas Pengalaman dan Fasilitas Publik

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) ini menjelaskan bahwa kecenderungan ini tumbuh subur di kawasan perkotaan yang memiliki infrastruktur transportasi publik memadai. Bagi kaum muda urban, akses terhadap fasilitas umum jauh lebih berharga daripada repot mengurus kendaraan pribadi.

Alih-alih mengalokasikan dana besar untuk cicilan rumah tapak yang jauh dari pusat kota, banyak dari mereka yang memilih hunian praktis seperti apartemen studio, rumah sewa, atau indekos. Pilihan ini dianggap lebih menunjang gaya hidup dinamis dan mobilitas tinggi yang menjadi ciri khas masyarakat modern.

Berikut adalah perbandingan prioritas antara generasi lama dan generasi muda (Milenial & Gen Z) berdasarkan analisis Imam Prasodjo:








Aspek Perbandingan Generasi Terdahulu Milenial & Gen Z (Urban)
Ukuran Kenyamanan Aset fisik (Rumah besar, tanah) Fleksibilitas dan mobilitas
Transportasi Kepemilikan mobil pribadi Pemanfaatan fasilitas publik
Prioritas Pengeluaran Akumulasi aset statis Pengalaman (Traveling, sosial)
Struktur Sosial Keluarga besar (Extended family) Keluarga kecil & mandiri

Pengaruh Struktur Sosial dan Geografis

Perubahan ini juga dipicu oleh pergeseran struktur sistem sosial. Dahulu, masyarakat cenderung hidup dalam keluarga besar yang membutuhkan ruang tinggal luas. Saat ini, dengan ukuran keluarga yang lebih kecil, kebutuhan akan tempat tinggal pun menjadi lebih ringkas dan fungsional.

Imam menekankan bahwa fenomena ini bukan berarti generasi muda hidup lebih sederhana, melainkan hanya berbeda dalam menentukan prioritas keuangan.

“Kalau punya uang, mereka cenderung memilih traveling atau pengalaman lain. Jadi bukan berarti sederhana, tapi prioritas pengeluarannya berbeda,” tambahnya.

Meski demikian, pola hidup ini tidak berlaku seragam. Imam memberikan catatan bahwa faktor geografis dan ketersediaan infrastruktur sangat menentukan. Di wilayah perdesaan yang fasilitas publiknya masih terbatas, kaum muda tetap membutuhkan rumah tapak dan kendaraan pribadi untuk menunjang aktivitas harian mereka. (Ant/Z-1)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *