Monday, September 21

Buntut Penembakan Masjid San Diego, Keamanan Rumah Ibadah di Berbagai Kota Besar AS Diperketat


New York hingga Los Angeles tingkatkan keamanan di masjid-masjid setelah penembakan massal di San Diego. Polisi temukan catatan berbau rasisme.(CNN)

MENYUSUL insiden penembakan tragis yang menewaskan tiga orang di masjid terbesar di San Diego, kepolisian di sejumlah kota besar Amerika Serikat langsung mengambil langkah siaga. Kepolisian di New York City, Washington DC, Philadelphia, dan Los Angeles mengumumkan peningkatan kehadiran personel di sekitar masjid dan rumah ibadah lainnya.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa sejauh ini tidak ada ancaman spesifik yang terdeteksi di wilayah mereka. Langkah pengetatan keamanan ini murni dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan demi menjaga keselamatan masyarakat.

Rekaman Suara Darurat Ungkap Kepanikan Awal

Ketegangan saat peristiwa terjadi tergambar jelas melalui rekaman audio pemindai (scanner) kepolisian. Rekaman tersebut menangkap momen ketika otoritas menerima laporan awal mengenai adanya penembak aktif di Islamic Center San Diego, serta kepanikan petugas yang bergegas memburu pelaku.

Saat petugas pertama tiba di lokasi kejadian, sebuah suara di saluran radio memberikan penilaian awal situasi lapangan.

“Ada beberapa korban,” dan “penembak belum ditahan,” demikian bunyi laporan awal petugas dalam rekaman tersebut.

Tak lama berselang, beberapa petugas terdengar saling melempar pertanyaan untuk memastikan status pelaku.

“Kami sedang mengumpulkan informasi apakah mereka telah menahan penembak atau apakah pelaku sudah dilumpuhkan,” ujar seseorang di dalam rekaman.

Beberapa detik kemudian, panggilan darurat medis diminta untuk menangani tiga korban. Sekitar 10 menit setelahnya, petugas kembali meminta bantuan medis tambahan.

“Kami membutuhkan tiga ambulans di persimpangan Balboa dan Eckstrom Ave,” kata suara tersebut, merujuk pada lokasi masjid.

Pihak kepolisian mengonfirmasi tiga pria dewasa tewas dalam serangan ini, termasuk seorang penjaga keamanan masjid. Sementara itu, dua tersangka yang masih berusia remaja ditemukan tewas bunuh diri akibat luka tembak di dalam sebuah mobil yang terparkir di jalan dekat lokasi kejadian.

Ditemukan Catatan Rasis dan Pesan Kebencian

Berdasarkan informasi terbaru dari sejumlah pejabat penegak hukum, salah satu pelaku diketahui mengambil senjata api dari rumah orang tua mereka. Remaja tersebut juga meninggalkan sebuah surat bunuh diri yang berisi tulisan-tulisan mengenai kebanggaan ras (racial pride).

Selain surat tersebut, petugas juga menemukan ujaran kebencian (hate speech) yang dicoretkan pada salah satu senjata yang digunakan dalam aksi penembakan. Kendati demikian, pihak berwenang belum merinci isi maupun bahasa spesifik yang digunakan dalam tulisan tersebut karena penyelidikan masih terus berjalan. (CNN/Z-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *