Tuesday, September 22

Sapi Limosin 1 Ton Peternak Sidoarjo Menjadi Bantuan Presiden Prabowo untuk Idul Adha 2026


Ilustrasi(MI/HERY SUSETYO)

SEEKOR sapi jenis limosin berbobot lebih dari satu ton milik peternak asal Sidoarjo, terpilih menjadi hewan kurban bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk Hari Raya Idul Adha 2026. Sapi milik Koiyik, warga Desa Pesawahan Kecamatan Porong, Sidoarjo tersebut, dibeli dengan harga Rp102 juta dan dagingnya akan disalurkan ke warga wilayah Kecamatan Jabon.

Kabid Produksi Peternakan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo, dr Erwin Priatmoko menjelaskan, pemilihan sapi dari peternak lokal ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah untuk mendorong semangat para peternak. Program Banpres ini dialokasikan sebanyak satu ekor sapi untuk setiap kabupaten/kota di Jawa Timur melalui Dinas Pertanian Provinsi.

“Program Banpres dari Presiden RI ini setiap kabupaten/kota mendapat satu ekor sapi. Dipilih dari peternak lokal agar peternak semakin semangat dan berkembang,” kata Erwin saat memberikan keterangan di Porong, Rabu (20/5).

Erwin memastikan sapi limosin tersebut telah lolos pemeriksaan kesehatan yang ketat. Tim dokter hewan tidak menemukan gejala penyakit menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun Lumpy Skin Disease (LSD). Selain itu, perawatan sapi menitikberatkan pada pakan berkualitas tanpa penggunaan obat-obatan kimia guna menghindari residu berbahaya.

“Kondisinya sangat sehat, bugar, dan segar. Dua minggu lalu beratnya mencapai 980 kilogram, dan saat ini pertumbuhan berat badannya stabil diperkirakan sudah menembus di atas 1 ton,” kata Erwin.

Berdasarkan arahan Bupati Sidoarjo, hewan kurban kepresidenan ini akan diserahkan ke salah satu masjid di Kecamatan Jabon. Wilayah tersebut dipilih demi pemerataan distribusi daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan, sekaligus menjadi kali pertama Jabon menerima bantuan sapi presiden.

Sementara itu, pemilik sapi, Koiyik, mengaku terkejut sekaligus bangga ternaknya dipilih oleh perwakilan Presiden Prabowo Subianto. Pria yang baru tiga tahun menekuni usaha peternakan ini menceritakan, sapi tersebut awalnya dibeli dari Probolinggo seharga Rp14 juta saat masih kecil. Setelah dirawat selama empat tahun, sapi itu akhirnya laku terjual seratusan juta rupiah.

“Awalnya saya tawarkan Rp105 juta, akhirnya deal Rp102 juta. Uangnya nanti tidak dipakai habis, rencananya untuk beli bibit lagi supaya usaha ternak saya bisa lebih besar,” kata Koiyik. (



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *