
BUPATI Manggarai Barat, Edistasius Endi, menyampaikan permohonan maaf dan duka mendalam atas meninggalnya dua wisatawan asal Austria, Jurgen (54) dan Astrid (56), dalam insiden ambruknya pijakan jembatan gantung di objek wisata Air Terjun Cunca Wulang, Minggu (24/5).
Peristiwa tragis yang terjadi di salah satu destinasi wisata alam unggulan di Manggarai Barat itu menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Kedua wisatawan dilaporkan terjatuh setelah papan pijakan jembatan gantung yang mereka lintasi tiba-tiba ambruk.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, kami menyampaikan turut berduka cita dan memohon maaf atas peristiwa yang menewaskan dua wisatawan tersebut,” kata Edi kepada Kompas.com, Kamis (28/5).
Menurut Edi, tragedi di Cunca Wulang menjadi alarm penting bagi pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan seluruh destinasi wisata di Manggarai Barat.
Ia menegaskan, pemerintah tidak ingin kejadian serupa kembali terulang, terlebih Manggarai Barat selama ini dikenal sebagai salah satu daerah tujuan wisata utama di Indonesia dengan kunjungan wisatawan yang terus meningkat.
“Tidak hanya di Cunca Wulang, evaluasi akan dilakukan di semua destinasi wisata. Kami ingin memastikan seluruh prosedur keamanan dan standar operasional benar-benar tersedia dan dijalankan,” ujarnya.
Pemerintah daerah juga berjanji memperketat pengawasan terhadap fasilitas wisata yang dinilai rawan, mulai dari jembatan gantung, jalur trekking, pagar pengaman, hingga kesiapan prosedur evakuasi darurat.
Edi mengakui, secara kasat mata kondisi jembatan gantung di lokasi kejadian sebelumnya terlihat masih layak digunakan. Namun, setelah insiden terjadi, ditemukan adanya perbedaan antara tampilan luar dan kondisi struktur bagian dalam.
“Antara tampilan luar dan kondisi sebenarnya ternyata berbeda. Karena itu evaluasi tidak bisa hanya melihat permukaan, tetapi harus sampai ke struktur bagian dalam,” katanya.
Tragedi ini kembali memunculkan sorotan terhadap aspek keselamatan destinasi wisata alam di Manggarai Barat, terutama di tengah gencarnya promosi pariwisata Labuan Bajo sebagai destinasi super prioritas nasional.
Sejumlah pihak menilai pemerintah tidak cukup hanya fokus pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga harus memastikan seluruh infrastruktur wisata memenuhi standar keamanan agar tidak membahayakan pengunjung. (MM)
