Monday, September 21

Indonesia-Prancis Perkuat Kolaborasi Pendidikan Tinggi dan Riset


(kanan ke kiri) Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, Sekretaris Kabinet Teddy Indra, Menkopolhukam Budi Gunawan(Dok.Kemendiktisaintek)

PRESIDEN Prabowo Subianto dalam kunjungan ke Prancis bertemu dengan Presiden Emmanuel Macron sepakat untuk mempererat kerja sama Indonesia dan Prancis di bidang pendidikan tinggi, riset, inovasi, dan pengembangan talenta.

Dalam pernyataan bersama kedua kepala negara, Presiden Prabowo dan Presiden Republik Prancis, Emmanuel Macron menegaskan bahwa pendidikan tinggi, penelitian, inovasi, dan mobilitas akademik sebagai salah satu prioritas utama kerja sama bilateral kedua negara.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menyambut baik hasil pertemuan kedua kepala negara. Penguatan kemitraan ini dinilai  momentum strategis untuk memperluas jejaring internasional perguruan tinggi Indonesia sekaligus mempercepat transformasi pendidikan tinggi yang lebih adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Kerja sama Indonesia dan Prancis dalam pendidikan tinggi, sains, teknologi, dan inovasi merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat daya saing bangsa. Kolaborasi ini akan mendorong pengembangan riset unggulan, peningkatan kualitas SDM, serta mempercepat hilirisasi inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Brian, Jumat (29/5). 

Melalui Joint Declaration on Education, Research, and Mobility yang diadopsi kedua negara, Indonesia dan Prancis berkomitmen memperluas kolaborasi pada bidang pendidikan tinggi, riset, dan mobilitas akademik. Kerja sama ini, kata dia, diharapkan membuka lebih banyak peluang pertukaran mahasiswa dan dosen, kolaborasi penelitian, pengembangan inovasi, hingga penguatan ekosistem kewirausahaan berbasis teknologi.

Kedua negara juga menyambut penyelenggaraan Joint Working Group on Higher Education, Research, Innovation, and Entrepreneurship yang akan berlangsung di Angers, Prancis pada Juli 2026. Forum tersebut menjadi wadah untuk merumuskan berbagai inisiatif konkret yang dapat memperkuat hubungan antarlembaga pendidikan tinggi, pusat riset, industri, serta ekosistem inovasi kedua negara.

Selain itu, Indonesia dan Prancis menempatkan penguatan inovasi sebagai salah satu agenda strategis melalui penyelenggaraan France–Indonesia Year of Innovation 2026. Inisiatif ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas teknologi, mendorong pengembangan industri masa depan, serta mempercepat hilirisasi hasil riset melalui kolaborasi yang lebih erat antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah, dan dunia usaha.

Dalam pernyataan bersama tersebut, Indonesia juga menyampaikan ketertarikan untuk menjajaki kerja sama riset dan inovasi dengan Prancis dalam pengembangan ekosistem energi nuklir yang aman dan berkelanjutan. Langkah ini mencerminkan komitmen Indonesia untuk memperkuat kapasitas sains dan teknologi nasional dalam mendukung agenda pembangunan jangka panjang. (H-4)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *