Wednesday, September 23

Kepercayaan Publik Kian Menentukan Daya Saing Perusahaan di Era Digital


Indonesia Corporate Media Impact Awards 2026(Antara)

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara perusahaan berinteraksi dengan publik. Jika sebelumnya komunikasi korporasi lebih banyak berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, kini perannya berkembang menjadi instrumen strategis dalam membangun reputasi, menjaga kepercayaan, dan memperkuat posisi perusahaan di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat.

Dalam kondisi tersebut, eksposur media yang positif dan terukur menjadi salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi persepsi publik terhadap sebuah perusahaan. Pentingnya peran komunikasi korporasi tersebut menjadi salah satu sorotan dalam ajang Indonesia Corporate Media Impact Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Warta Ekonomi di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta.

Mengusung tema Amplifying Brand Impact Through Measurable Media Presence, penghargaan tersebut diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang dinilai berhasil membangun eksposur media secara efektif sekaligus menunjukkan kinerja korporasi yang positif.

CEO dan Chief Editor Warta Ekonomi Group, Muhamad Ihsan, mengatakan komunikasi publik saat ini memiliki pengaruh yang semakin besar terhadap persepsi masyarakat terhadap sebuah perusahaan.

“Di tengah semakin padatnya arus informasi, eksposur media tidak lagi sekadar menjadi sarana publikasi, tetapi telah menjadi indikator penting yang memengaruhi persepsi publik terhadap sebuah perusahaan. Melalui komunikasi yang kredibel dan konsisten, korporasi dapat membangun kepercayaan sekaligus menunjukkan transparansi, akuntabilitas, dan kualitas kinerjanya,” ujar Ihsan.

Menurutnya, perusahaan yang mampu mengelola komunikasi secara efektif akan memiliki keunggulan dalam membangun reputasi dan menjaga kepercayaan publik di tengah perubahan lanskap media yang semakin dinamis.

Ihsan menjelaskan bahwa Indonesia Corporate Media Impact Awards 2026 disusun berdasarkan riset yang menggabungkan dua indikator utama, yakni kinerja korporasi dan efektivitas eksposur media.

Hasil riset menunjukkan sekitar 66% perusahaan yang menjadi objek penelitian mencatatkan pertumbuhan aset positif, sementara 58 persen perusahaan mengalami peningkatan pendapatan dibandingkan periode sebelumnya.

“Temuan ini menunjukkan bahwa perusahaan dengan fundamental bisnis yang kuat cenderung memiliki kemampuan yang lebih baik dalam membangun eksposur media yang relevan dan berdampak,” katanya.

Dari total 210 perusahaan yang dipantau, sebanyak 197 perusahaan memenuhi kriteria penilaian. Setelah melalui proses verifikasi dan evaluasi menyeluruh, sebanyak 20 perusahaan ditetapkan sebagai penerima penghargaan Indonesia Corporate Media Impact Awards 2026.

“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh penerima penghargaan. Hasil riset kami menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan ini berhasil menciptakan dampak media yang positif dan terukur, sehingga layak mendapatkan apresiasi atas pencapaian yang telah diraih,” ujar Ihsan.

Dalam kesempatan yang sama, mantan Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika periode 2021–2024, Usman Kansong, menilai bahwa branding, reputasi, dan kepercayaan publik merupakan tiga elemen yang saling berkaitan dalam mendukung keberlangsungan bisnis.

Menurutnya, reputasi yang baik tidak dapat dibangun hanya melalui komunikasi, tetapi juga harus didukung oleh konsistensi antara pesan yang disampaikan perusahaan dan praktik yang dijalankan.

“Branding akan membentuk reputasi, dan reputasi pada akhirnya menentukan tingkat kepercayaan publik. Kepercayaan hanya dapat dibangun ketika apa yang disampaikan perusahaan selaras dengan apa yang dilakukan,” kata Usman.

Ia juga mengingatkan bahwa reputasi yang dibangun dalam waktu lama dapat dengan cepat mengalami penurunan apabila perusahaan gagal menjaga komunikasi publik secara konsisten.

Karena itu, kemampuan melakukan pemantauan media dan memahami berbagai isu yang berkembang di ruang publik menjadi semakin penting untuk mengantisipasi potensi krisis komunikasi.

“Media monitoring menjadi sangat penting. Perusahaan harus mampu membaca berbagai sinyal yang muncul di ruang publik agar dapat mengantisipasi potensi krisis komunikasi sejak dini,” ujarnya.

Melalui penyelenggaraan Indonesia Corporate Media Impact Awards 2026, Warta Ekonomi berharap semakin banyak perusahaan yang menjadikan komunikasi publik sebagai bagian integral dari strategi bisnis.

Di tengah meningkatnya penggunaan platform digital dan tingginya arus informasi, reputasi korporasi dinilai menjadi salah satu aset strategis yang dapat menentukan tingkat kepercayaan publik, memperkuat hubungan dengan para pemangku kepentingan, serta meningkatkan daya saing perusahaan dalam jangka panjang. (Ant/E-3)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *