
PRESIDEN FIFA Gianni Infantino menyebut kasus wasit Somalia Omar Artan yang ditolak masuk ke Amerika Serikat sebagai situasi yang disayangkan menjelang dimulainya Piala Dunia 2026.
Dalam konferensi pers sehari sebelum turnamen dimulai, Infantino menegaskan FIFA berupaya mencari solusi, namun tidak memiliki kewenangan untuk mengatur keputusan pemerintah dan aparat suatu negara.
“Situasi yang terjadi kepada Omar, wasit dari Somalia, juga sangat disayangkan. Tetapi sekali lagi, kami tidak mengendalikan segalanya,” kata Infantino dikutip dari AFP.
Ia mengatakan FIFA selalu berusaha mencari jalan keluar dalam berbagai persoalan yang muncul, namun tetap harus menghormati otoritas negara tuan rumah.
“Kami selalu berusaha mencari solusi, tetapi kami juga harus menghormati bahwa kami bukan raja dunia yang bisa mengatur pemerintah dan aparat keamanan. Kami adalah organisasi olahraga,” lanjutnya.
Artan, yang terpilih sebagai wasit putra terbaik Afrika tahun lalu, menyatakan dirinya telah memiliki visa yang sesuai untuk masuk ke Amerika Serikat. Namun, ia ditolak saat tiba di Bandara Internasional Miami dan kemudian dipulangkan ke Turki pada akhir pekan lalu.
Seorang pejabat Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan Artan “terasosiasi dengan pihak yang diduga merupakan anggota organisasi teroris”, sehingga “tidak memenuhi syarat untuk masuk ke Amerika Serikat”.
Artan sejatinya berpeluang menjadi perangkat pertandingan pertama asal Somalia yang memimpin laga putaran final Piala Dunia.
Gianni Infantino juga mendapat pertanyaan dari jurnalis Inggris mengenai apakah FIFA telah kehilangan kendali atas turnamen menyusul kasus Artan dan keputusan pemerintah Amerika Serikat yang menolak visa bagi 15 anggota staf pendukung tim Iran.
Menanggapi hal itu, Gianni Infantino memberikan perbandingan dengan kemungkinan Piala Dunia Putri 2035 di Inggris.
“Pada 2035, saya kira dan kami berharap, Piala Dunia putri akan berlangsung di Inggris. Apakah Anda akan menganggap wajar jika FIFA mendikte pemerintah Inggris siapa yang boleh masuk ke negara itu dan siapa yang tidak boleh masuk? Saya tidak tahu, mungkin Anda menganggap itu wajar?” ujar Infantino.
Gianni Infantino juga meminta media untuk tetap tenang, namun kemudian menegaskan bahwa hal itu bukan berarti FIFA tidak mengambil tindakan.
“Saat saya mengatakan tenang, saya tidak bermaksud tenang dan tidak melakukan apa-apa. Maksud saya, kami sedang bekerja.”
Gianni Infantino menambahkan bahwa situasi global saat ini membuat aspek keamanan menjadi prioritas utama. “Dunia kita adalah dunia yang sangat agresif, aturan keamanan berada di atas segalanya,” pungkasnya. (H-4)
