Tuesday, September 29

Tren Baru Wedding Planning Praktis, Digital, dan Serba Terintegrasi


Bridestory Fair 2026(MI/HO)

MERENCANAKAN  pernikahan kini tIDak lagi harus menjadi proses yang melelahkan dan menyita waktu. Seiring dengan perubahan gaya hidup generasi muda yang mengutamakan efisiensi, industri pernikahan bertransformasi menuju layanan yang lebih praktis dan terintegrasi. Fenomena ini tercermin jelas dalam perhelatan BCA Presents Bridestory Fair 2026.

Digelar di Hall A-B Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan pada 12-14 Juni 2026, pameran ini mengusung konsep one-stop wedding shopping destination. Alih-alih mendatangi vendor satu per satu secara terpisah, pasangan calon pengantin kini dapat memenuhi seluruh kebutuhan hari bahagia mereka dalam satu lokasi yang nyaman.

Informasi Utama Bridestory Fair 2026









Detail Pelaksanaan Keterangan
Tanggal 12 – 14 Juni 2026
Lokasi Hall A-B, Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan
Jumlah Vendor Lebih dari 350 Booth
Kategori Layanan 15+ Kategori (Venue, Dekorasi, Fotografi, Bridal, dll)
Tema Visual Petal Dreamscape

Solusi Terintegrasi dan Personalisasi

CEO Bridestory, Ayunda Wardhani, menjelaskan bahwa kebutuhan pasangan masa kini telah bergeser. Mereka tidak hanya mencari vendor terbaik, tetapi juga menginginkan pengalaman perencanaan yang mulus.

“Kami ingin membantu calon pengantin menemukan inspirasi dan terhubung dengan vendor secara lebih nyaman dan menyenangkan,” ungkap Ayunda.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Bridestory menawarkan berbagai layanan pendukung yang mencakup segala aspek perencanaan:

  • Hilda by Bridestory: Layanan wedding planner dan organizer profesional untuk pendampingan menyeluruh.
  • Cerita Bahagia: Solusi perencanaan pernikahan dengan harga yang lebih terjangkau bagi pasangan muda.
  • SayYes RSVP: Platform digital untuk pengelolaan undangan, wedding website, hingga sistem QR check-in tamu.

Sentuhan Estetika “Petal Dreamscape”

Selain kemudahan teknis, aspek visual tetap menjadi prioritas. Tahun ini, tema Petal Dreamscape menjadi primadona. Tema ini menawarkan interpretasi romantis dari taman bunga imajinatif dengan perpaduan warna lembut dan elemen floral artistik yang modern.

Konsep ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi pasangan yang ingin menonjolkan karakter dan identitas personal dalam pernikahan mereka.

Perubahan perilaku konsumen ini juga dirasakan oleh para pelaku industri. Yu Cien, perwakilan dari Lotus Design, mencatat bahwa pengunjung pameran saat ini jauh lebih teredukasi. Mereka datang dengan gambaran konsep yang jelas dan aktif mencari referensi spesifik untuk menyempurnakan visi pernikahan mereka.

Dengan dukungan teknologi digital dan layanan yang semakin terintegrasi, proses mewujudkan pernikahan impian kini bukan lagi beban, melainkan sebuah perjalanan kreatif yang efisien bagi pasangan modern di Indonesia. (Z-1)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *